WAKAN, ANISA (2026) MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN HYPEREMESIS GRAVIDARUM TRIMESTER I DI RSUD JAYAPURA TAHUN 2006. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
ANISA WAKAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (10MB)
Abstract
Hyperemesis Gravidarum merupakan salah satu penyakit pada ibu hamil
trimester I yang disertai mual dan muntah yang berlebihan, terutama ditemukan pada
primi gravidarum 60 - 80 % dan multigravida 40- 60%. Saat ini angka kematian
maternal dan neonatal di Indonesia adalah 334 per 100.000 kelahiran hidup dan 218
per 1.000 kelahiran hidup. (Prawirohardjo, 1991)
di Angka ini masih tergolong tinggi bahkan menempati urutan pertama
Asean. (Buletin Bidan, 2000). Kematian ibu di Indonesia sejumlah 450 per 100.000
kelahiran ibu. Karena itu Pemerintah bertekad untuk menurunkan angka kematian ibu
menjadi 225 per 100.000 kelahiran hidup. (Depkes R. I, 2001). Penyebab kematian
ibu sangatlah kompleks diantaranya penyebab langsung kematian ibu dengan
komplikasi obstetrik yaitu perdarahan 40-60%, infeksi 20- 30%, eklampsia 20
-30 %. (Depkes R. I, 2002)
Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 58.000 ibu pertahunnya
meninggal saat hamil atau bersalin. (Sarwono, 2001). Rawannya kesehatan ibu
ditandai oleh tingginya angka kematian ibu yaitu 334 per 100.000 kelahiran hidup,
angka itu menurun sangat lambat dalam tahun terakhir (AKI pada tahun 1986 adalah
450 per 100.000 kelahiran hidup) sedangkan paling lambat pada tahun 2000
ditargetkan menjadi 225 per 100.000 kelahiran hidup.
Angka kematian bayi (AKB) di Papua telah berhasil diturunkan secara bermakna pada
tahun 1986, angka kematian bayi adalah 80 per 1.000 kelahiran hidup,
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Hyperemesis Gravidarum merupakan salah satu penyakit pada ibu hamil trimester I yang disertai mual dan muntah yang berlebihan, terutama ditemukan pada primi gravidarum 60 - 80 % dan multigravida 40- 60%. Saat ini angka kematian maternal dan neonatal di Indonesia adalah 334 per 100.000 kelahiran hidup dan 218 per 1.000 kelahiran hidup. (Prawirohardjo, 1991) di Angka ini masih tergolong tinggi bahkan menempati urutan pertama Asean. (Buletin Bidan, 2000). Kematian ibu di Indonesia sejumlah 450 per 100.000 kelahiran ibu. Karena itu Pemerintah bertekad untuk menurunkan angka kematian ibu menjadi 225 per 100.000 kelahiran hidup. (Depkes R. I, 2001). Penyebab kematian ibu sangatlah kompleks diantaranya penyebab langsung kematian ibu dengan komplikasi obstetrik yaitu perdarahan 40-60%, infeksi 20- 30%, eklampsia 20 -30 %. (Depkes R. I, 2002) Tahun 1996 WHO memperkirakan lebih dari 58.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. (Sarwono, 2001). Rawannya kesehatan ibu ditandai oleh tingginya angka kematian ibu yaitu 334 per 100.000 kelahiran hidup, angka itu menurun sangat lambat dalam tahun terakhir (AKI pada tahun 1986 adalah 450 per 100.000 kelahiran hidup) sedangkan paling lambat pada tahun 2000 ditargetkan menjadi 225 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi (AKB) di Papua telah berhasil diturunkan secara bermakna pada tahun 1986, angka kematian bayi adalah 80 per 1.000 kelahiran hidup, |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 17 Jan 2026 10:30 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/915 |

