TABERIMА, CHRISTINA (2026) STUDI TENTANG KEJADIAN ABORTUS INCOMPLETUS DIRUANG GINEKOLOGI RSUD JAYAPURA PERIODE JANUARI SAMPAI DESEMBER 2005. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
CHRISTINA TABERIMA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Abortus Incompletus (keguguran bersisa) merupakan pengeluaran
sebagian hasil konsepsi, namun masih ada sisa jaringan yang tertinggal dalam
rahim, dan pada tahap ini perdarahan umumnya banyak sekali sampai bisa
menimbulkan syok. (Nining, 2005)
Dalam 1 (satu) tahun 6 (enam) juta Perempuan Indonesia mengalami
kehamilan, dari jumlah tersebut 4 (empat) juta kehamilan yang berakhir dengan
kelahiran bayi sementara 2 (dua) juta lainnya dihentikan dengan melalui Aborsi.
(Utomo B dkk, 2000)
Angka kematian Ibu di Indonesia penyebab langsung adalah perdarahan
(40 - 60%) Toxemia Gravidarum (20- 30 %) dan infeksi (20 - 30 %). Perkiraan
WHO sekitar 200 - 200 Juta kehamilan yang tidak diinginkan akibat perlakuan
seks bebas. 120 - 150 Juta tidak menggunakan Keluarga Berencana termasuk di
Indonesia sekitar 50% tanpa Keluarga Berencana Aktif.
Menurut Brian Afandi, di Indonesia Abortus sekitar 2,3 Juta dari
perkiraan 5 Juta kehamilan setiap tahunnya dengan rincian 1 Juta Abortus
Spontan, 0,6 Juta karena kegagalan Keluarga Berencana. 0,7 Juta karena
kehamilan yang tidak diinginkan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Abortus Incompletus (keguguran bersisa) merupakan pengeluaran sebagian hasil konsepsi, namun masih ada sisa jaringan yang tertinggal dalam rahim, dan pada tahap ini perdarahan umumnya banyak sekali sampai bisa menimbulkan syok. (Nining, 2005) Dalam 1 (satu) tahun 6 (enam) juta Perempuan Indonesia mengalami kehamilan, dari jumlah tersebut 4 (empat) juta kehamilan yang berakhir dengan kelahiran bayi sementara 2 (dua) juta lainnya dihentikan dengan melalui Aborsi. (Utomo B dkk, 2000) Angka kematian Ibu di Indonesia penyebab langsung adalah perdarahan (40 - 60%) Toxemia Gravidarum (20- 30 %) dan infeksi (20 - 30 %). Perkiraan WHO sekitar 200 - 200 Juta kehamilan yang tidak diinginkan akibat perlakuan seks bebas. 120 - 150 Juta tidak menggunakan Keluarga Berencana termasuk di Indonesia sekitar 50% tanpa Keluarga Berencana Aktif. Menurut Brian Afandi, di Indonesia Abortus sekitar 2,3 Juta dari perkiraan 5 Juta kehamilan setiap tahunnya dengan rincian 1 Juta Abortus Spontan, 0,6 Juta karena kegagalan Keluarga Berencana. 0,7 Juta karena kehamilan yang tidak diinginkan.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 17 Jan 2026 10:35
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/916

Actions (login required)

View Item
View Item