RAMIATI, LUH (2026) FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA ANEMIA SEDANG PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS ABEPURA JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
LUH RAMIATI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
Abstract
Anemia merupakan penyumbang utama angka kematian ibu di Indonesia
Upaya mencegahnya dapat dilakukan dengan mengetahui sejak dini
apakah seseorang anemia atau tidak.
Menurut WHO 40 % kematian ibu di Negara berkembang berkaitan dengan
anemia dalam kehamilan. Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh
defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang keduanya saling
berinteraksi. (Prawirohardjo,2005).
Menurut Hwo Swie Tjiong frekwensi anemia dalam kehamilan setinggi
18,5%. Pseudoanemia 57,5% dan wanita hamil dengan HB 12gr / 100 ml atau
lebih sebanyak 23,6 %,HB rata-rata 12,3% /100ml dalam trimester I, 11,3%
/100ml dalam trimester II, 10,8% dalam trimester III. Hal ini disebabkan karena
pengenceran umur kehamilan sehingga frekwensi anemia dalam kehamilan
meningkat pula (Prawirohardjo, 2005).
Hasil Survey Kesehatan Nasional 2001, angka anemia pada ibu hamil
sebesar 40,1%. Kondisi ini menunjukkan bahwa anemia cukup tinggi di
Indonesia.
Di Papua angka kematian ibu hamil dengan anemia 48 %, nifas 45 %.
(DINKES Papua,2003).
Di Puskesmas Hedam tercatat ibu hamil dengan Hb 11 gr % = 29,13 %, Нb
8gr%-10 gr % = 65,65 % dan Hb < 8 gr %=3,181% (PWS KIA 2005).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Anemia merupakan penyumbang utama angka kematian ibu di Indonesia Upaya mencegahnya dapat dilakukan dengan mengetahui sejak dini apakah seseorang anemia atau tidak. Menurut WHO 40 % kematian ibu di Negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan. Kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tidak jarang keduanya saling berinteraksi. (Prawirohardjo,2005). Menurut Hwo Swie Tjiong frekwensi anemia dalam kehamilan setinggi 18,5%. Pseudoanemia 57,5% dan wanita hamil dengan HB 12gr / 100 ml atau lebih sebanyak 23,6 %,HB rata-rata 12,3% /100ml dalam trimester I, 11,3% /100ml dalam trimester II, 10,8% dalam trimester III. Hal ini disebabkan karena pengenceran umur kehamilan sehingga frekwensi anemia dalam kehamilan meningkat pula (Prawirohardjo, 2005). Hasil Survey Kesehatan Nasional 2001, angka anemia pada ibu hamil sebesar 40,1%. Kondisi ini menunjukkan bahwa anemia cukup tinggi di Indonesia. Di Papua angka kematian ibu hamil dengan anemia 48 %, nifas 45 %. (DINKES Papua,2003). Di Puskesmas Hedam tercatat ibu hamil dengan Hb 11 gr % = 29,13 %, Нb 8gr%-10 gr % = 65,65 % dan Hb < 8 gr %=3,181% (PWS KIA 2005). |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 17 Jan 2026 11:20 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/927 |

