TATOGO, PRISKA (2026) MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN ANEMIA RINGAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABEPURA TAHUN 2006. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
PRISKA TATOGO.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Angka kematian ibu masih cukup tinggi sampai saat ini. Penyebab
kematian tertinggi adalah perdarahan, keracunan kehamilan, dan infeksi. Salah
satu dari beberapa faktor tidak langsung penyebab kematian ibu adalah anemia.
Pada wanita hamil, anemia meningkat frekuensinya pada kehamilan dan
persalinan yaitu perdarahan ante partum dan post partum. Lebih banyak dijumpai
pada wanita yang anemis dan lebih sering berakibat fatal sebab wanita yang
anemis tidak dapat mentolelir kehilangan darah (Soejoenoes, 1983).
Dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat
ringat hingga terjadi gangguan kelangsungan kehamilan (abortus, partus
Imaturs/Prematur). Gangguan pada proses persalinan (Inertia, Atonia, Partus
lama, perdarahan atonis). Gangguan pada masa nifas (sub involusi rahim, daya
tahan terhadap infeksi, produksi ASI rendah) dan gangguan pada janin (abortus,
dismaturasi, mikrosomi, BBLR, kematian prenatal (Soepono,1998)).

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Angka kematian ibu masih cukup tinggi sampai saat ini. Penyebab kematian tertinggi adalah perdarahan, keracunan kehamilan, dan infeksi. Salah satu dari beberapa faktor tidak langsung penyebab kematian ibu adalah anemia. Pada wanita hamil, anemia meningkat frekuensinya pada kehamilan dan persalinan yaitu perdarahan ante partum dan post partum. Lebih banyak dijumpai pada wanita yang anemis dan lebih sering berakibat fatal sebab wanita yang anemis tidak dapat mentolelir kehilangan darah (Soejoenoes, 1983). Dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringat hingga terjadi gangguan kelangsungan kehamilan (abortus, partus Imaturs/Prematur). Gangguan pada proses persalinan (Inertia, Atonia, Partus lama, perdarahan atonis). Gangguan pada masa nifas (sub involusi rahim, daya tahan terhadap infeksi, produksi ASI rendah) dan gangguan pada janin (abortus, dismaturasi, mikrosomi, BBLR, kematian prenatal (Soepono,1998)).
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 19 Jan 2026 02:52
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/935

Actions (login required)

View Item
View Item