ABNER ULLO, MARKUS (2001) PENILAIAN ORGANOLEPTIK MINYAK KELAPA DENGAN MENGGUNAKAN GETAH PEPAYA DAN RAGI ROTI. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
MARKUS ABNER ULLO.pdf
Restricted to Registered users only
Download (20MB)
Abstract
Minyak kelapa merupakan salah satu komponen sembilan bahan pokok yang telah banyak diproduksi oleh masyarakat dan mempunyai porsi yang besar, baik untuk kebutuhan keluarga maupun industri minyak kelapa.
Minyak yang ditambahkan ke dalam bahan pangan atau yang dijadikan bahan pangan perlu memenuhi persyaratan dan sifat-sifat
tertentu, karena kebutuhan ini sangat berhubungan dengan mutu
dan cita rasanya.
Di Papua daerah penghasil kelapa cukup banyak misalnya Daerah Pesisir Pantai seperti Sarmi, Jayapura, Manokwari, Biak dan beberapa lainnya. Tetapi dalam upaya pemenuhan kebutuhan minyak goreng masih banyak masyarakat yang menggunakan cara tradisional yaitu cara pemanasan.
Tujuan umum penelitian ini adalah ingin mengetahui penilaian secara organoleptik minyak kelapa yang pengolahannya menggunakan getah pepaya dan ragi roti terhadap aroma, warna, kejernihan dan volume minyak. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui aroma, warna, kejernihan dan volume minyak kelapa yang dihasilkan dari kedua cara pengolahan, mengetahui biaya produksi yang digunakan dari masing-masing kedua cara pengolahannya.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan (ITP)
Politik Kesehatan Jayapura yang dilakukan sejak tanggal 18 September sampai dengan 23 September 2001.
Minyak kelapa dalam penelitian ini terbuat dari dua proses pengolahan yang berbeda dan bahan baku yang digunakan berbeda. Pengolahan dengan ragi roti digunakan buah kelapa tua yang beratnya 1,5 kg atau 1500 gr dan ragi roti jenis fermipan sebanyak 0,6 gr, sedangkan yang menggunakan getah pepaya digunakan buah kelapa tua yang beratnya sama dengan ragi roti yaitu 1,5 kg dan getah pepaya 30 gr.
Adapun pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu
penelitian pendahuluan meliputi pemilihan bahan baku sesuai syarat yang ditentukan selanjutnya pembuatan minyak kelapa dari semua bahan baku sesuai proses. Sedangkan penelitian lanjutan meliputi penilaian organoleptik terhadap hasil dari minyak kelapa dengan dua
cara yaitu dengan menggunakan getah pepaya dan ragi roti terhadap
aroma, warna, kejernihan dan volume.
Dalam penelitian ini dilakukan uji hedonik yang meliputi enam skala
numerik terhadap aroma, warna dan kejernihan dari pada minyak. Data organoleptik tersebut di uji secara statistik dengan menggunakan uji T (t-test).
Berdasarkan hasil uji T (t-test) pada Aroma, warna dan kejernihan kedua minyak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada taraf 5 %. Adapun aroma minyak yang paling disukai adalah minyak kelapa yang digunakan ragi roti dengan nilai rata-rata 5,2, sedangkan warna penilaian warna yang paling disukai adalah warna minyak kelapa yang diolah dengan ragi roti dengan nilai rata-rata 4,8 dan kejernihan yang disukai adalah minyak kelapa yang diolah dengan ragi roti dengan nilai rata-rata 5,15. jadi minyak kelapa yang diterima secara umum dengan uji organoleptik adalah minyak yang diolah dengan ragi roti.
Daftar Bacaan (1981 – 1996) (11)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Minyak kelapa merupakan salah satu komponen sembilan bahan pokok yang telah banyak diproduksi oleh masyarakat dan mempunyai porsi yang besar, baik untuk kebutuhan keluarga maupun industri minyak kelapa. Minyak yang ditambahkan ke dalam bahan pangan atau yang dijadikan bahan pangan perlu memenuhi persyaratan dan sifat-sifat tertentu, karena kebutuhan ini sangat berhubungan dengan mutu dan cita rasanya. Di Papua daerah penghasil kelapa cukup banyak misalnya Daerah Pesisir Pantai seperti Sarmi, Jayapura, Manokwari, Biak dan beberapa lainnya. Tetapi dalam upaya pemenuhan kebutuhan minyak goreng masih banyak masyarakat yang menggunakan cara tradisional yaitu cara pemanasan. Tujuan umum penelitian ini adalah ingin mengetahui penilaian secara organoleptik minyak kelapa yang pengolahannya menggunakan getah pepaya dan ragi roti terhadap aroma, warna, kejernihan dan volume minyak. Sedangkan tujuan khususnya adalah untuk mengetahui aroma, warna, kejernihan dan volume minyak kelapa yang dihasilkan dari kedua cara pengolahan, mengetahui biaya produksi yang digunakan dari masing-masing kedua cara pengolahannya. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Politik Kesehatan Jayapura yang dilakukan sejak tanggal 18 September sampai dengan 23 September 2001. Minyak kelapa dalam penelitian ini terbuat dari dua proses pengolahan yang berbeda dan bahan baku yang digunakan berbeda. Pengolahan dengan ragi roti digunakan buah kelapa tua yang beratnya 1,5 kg atau 1500 gr dan ragi roti jenis fermipan sebanyak 0,6 gr, sedangkan yang menggunakan getah pepaya digunakan buah kelapa tua yang beratnya sama dengan ragi roti yaitu 1,5 kg dan getah pepaya 30 gr. Adapun pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu penelitian pendahuluan meliputi pemilihan bahan baku sesuai syarat yang ditentukan selanjutnya pembuatan minyak kelapa dari semua bahan baku sesuai proses. Sedangkan penelitian lanjutan meliputi penilaian organoleptik terhadap hasil dari minyak kelapa dengan dua cara yaitu dengan menggunakan getah pepaya dan ragi roti terhadap aroma, warna, kejernihan dan volume. Dalam penelitian ini dilakukan uji hedonik yang meliputi enam skala numerik terhadap aroma, warna dan kejernihan dari pada minyak. Data organoleptik tersebut di uji secara statistik dengan menggunakan uji T (t-test). Berdasarkan hasil uji T (t-test) pada Aroma, warna dan kejernihan kedua minyak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada taraf 5 %. Adapun aroma minyak yang paling disukai adalah minyak kelapa yang digunakan ragi roti dengan nilai rata-rata 5,2, sedangkan warna penilaian warna yang paling disukai adalah warna minyak kelapa yang diolah dengan ragi roti dengan nilai rata-rata 4,8 dan kejernihan yang disukai adalah minyak kelapa yang diolah dengan ragi roti dengan nilai rata-rata 5,15. jadi minyak kelapa yang diterima secara umum dengan uji organoleptik adalah minyak yang diolah dengan ragi roti. Daftar Bacaan (1981 – 1996) (11) |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 19 Jan 2026 03:22 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/937 |

