SANTOS, MATEUS DOS (2001) HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI IBU, KEBIASAAN MAKAN DENGAN ASUPAN GIZI VITAMIN A, ANAK BALITA UMUR 1- 5 ТАHUN DI DESA IFAR BESAR KECAMATAN SENTANI KEBUPATEN JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
MATEUS DOS SANTOS.pdf
Restricted to Registered users only

Download (12MB)

Abstract

Upaya memperbaiki kesehatan masyarakat harus ditingkatkan melalui
pemberantasan dan pencegahan penyakit menular serta perbaikan gizi. Dalam membangun manusia Indonesia yang bebas akan penyakit baik penyakit infeksi maupun menular harus melalui konsumsi makanan yang bergizi seperti vitamin, protein, dan karbohidrat serta mineral.

Pengetahuan gizi adalah suatu kemampuan yang khusus mempelajari
tenyang hubungan makananan dengan kesehatan tubuh. Dengan adanya pengetahaun gizi maka manusia dapat mengolah bahkan makan dengan baik dan benar.

Kebiasaan makan adalah tingkah laku manusia atau kelompok manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan makanan yang meliputi sikap kepercayaan dan pemilihan makanan. Kebiasaan makan juga dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi yaitu yang golongan ekonomi kuat mempunyai kebiasaan makan yang baik pula. Sedangkan yang golongan ekonomi lemah mempunyai kebiasaan makan yang memberi nilai gizi dibawah kecukupan.

Kekurangan vitamin A akan menyebabkan kebutaan pada anak balita.
Hasil sensus di 15 Propinsi rawan defisiensi vitamin A menunjukan bahwa pada tahun 1992 KVA turun menjadi 0,35 %.

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, kebiasaan makan dengan asupan gizi vitamin A. Penelitian ini dilakukan secara deskritif analitik dengan pendekatan Cross Sectinal.

Dari 37 anak balita di desa Ifar Besar ditemukan sebesar 28 orang (75,7%) yang pengetahuan cukup. Kebiasaan makan anak balita sampel yang ada 20 orang (54,05 %) dinilai baik karena pengetahuan makan yang bervariasi dan asupan gizi vitamin A yang cukup sebanyak 25 orang (67,57%).

Hasil uji statistik dengan X2 menunjukan bahwa hubungan pengetahuan gizi ibu dengan asupan gizi vitamin A tidak didapatkan hubungan yang bermakna karena X2 h < X² t, sedangkan hubungan kebiasaan makan dengan asupan gizi vitamin A didapatkan hubungan yang bermakna yaitu X² h > X² t.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Upaya memperbaiki kesehatan masyarakat harus ditingkatkan melalui pemberantasan dan pencegahan penyakit menular serta perbaikan gizi. Dalam membangun manusia Indonesia yang bebas akan penyakit baik penyakit infeksi maupun menular harus melalui konsumsi makanan yang bergizi seperti vitamin, protein, dan karbohidrat serta mineral. Pengetahuan gizi adalah suatu kemampuan yang khusus mempelajari tenyang hubungan makananan dengan kesehatan tubuh. Dengan adanya pengetahaun gizi maka manusia dapat mengolah bahkan makan dengan baik dan benar. Kebiasaan makan adalah tingkah laku manusia atau kelompok manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan makanan yang meliputi sikap kepercayaan dan pemilihan makanan. Kebiasaan makan juga dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi yaitu yang golongan ekonomi kuat mempunyai kebiasaan makan yang baik pula. Sedangkan yang golongan ekonomi lemah mempunyai kebiasaan makan yang memberi nilai gizi dibawah kecukupan. Kekurangan vitamin A akan menyebabkan kebutaan pada anak balita. Hasil sensus di 15 Propinsi rawan defisiensi vitamin A menunjukan bahwa pada tahun 1992 KVA turun menjadi 0,35 %. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, kebiasaan makan dengan asupan gizi vitamin A. Penelitian ini dilakukan secara deskritif analitik dengan pendekatan Cross Sectinal. Dari 37 anak balita di desa Ifar Besar ditemukan sebesar 28 orang (75,7%) yang pengetahuan cukup. Kebiasaan makan anak balita sampel yang ada 20 orang (54,05 %) dinilai baik karena pengetahuan makan yang bervariasi dan asupan gizi vitamin A yang cukup sebanyak 25 orang (67,57%). Hasil uji statistik dengan X2 menunjukan bahwa hubungan pengetahuan gizi ibu dengan asupan gizi vitamin A tidak didapatkan hubungan yang bermakna karena X2 h < X² t, sedangkan hubungan kebiasaan makan dengan asupan gizi vitamin A didapatkan hubungan yang bermakna yaitu X² h > X² t.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 19 Jan 2026 03:47
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/943

Actions (login required)

View Item
View Item