HOLOMBAU, SALOTI (2026) MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ABORTUS IMMINENS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABEPURA KOTA JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
SALOTI HOLOMBAU.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia telah digariskan dalam
tujuan pembangunan nasional. Untuk mencapai hal tersebut, maka derajat kesehatan
harus ditingkatkan, antaranya melalui penurunan angka kematian ibu dan bayi.
Morbilitas dan mortalitas pada wanita hamil dan bersalin serta nifas adalah
masalah besar di Negara berkembang. Di Negara miskin, sekitar 20-60% kematian
wanita usia subur disebabkan dengan kehamilan. Tahun 1996, WHO memperkirakan
lebih dari 585.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil, bersalin dan nifas.
Fakta mengenai Abortus (WHO) memperkirakan di seluruh dunia setiap tahun
terjadi 20-25 juta kejadian aborsi yang tidak aman.(WHO,1998). Sekitar 15% dari
jumlah total kematian ibu di seluruh dunia diakibatkan oleh komplikasi aborsi yang
tidak aman. Pada Negara berkembang 20 juta kejadian aborsi, pada Asia 9,9 juta
kejadian aborsi itu tidak termasuk Jepang, Australia, dan Selandia Baru. (WHO,1998)
Indonesia estimasi nasional menyatakan setiap tahun terjadi 2 juta kasus
aborsi di Indonesia. Ini artinya terdapat 43 kasus aborsi per 100 kelahiran hidup
(menurut hasil kasus sensus penduduk tahun 2000, terdapat 53.783.717 perempuan
usia 15-49 tahun) tau 37 kasus aborsi pertahun per 1000 perempuan usia 15-49 tahun
(berdasarkan Crud Brith Rate /CBR sebesar 23 per 1000 kelahiran hidup).
(Utomo,2001)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia telah digariskan dalam tujuan pembangunan nasional. Untuk mencapai hal tersebut, maka derajat kesehatan harus ditingkatkan, antaranya melalui penurunan angka kematian ibu dan bayi. Morbilitas dan mortalitas pada wanita hamil dan bersalin serta nifas adalah masalah besar di Negara berkembang. Di Negara miskin, sekitar 20-60% kematian wanita usia subur disebabkan dengan kehamilan. Tahun 1996, WHO memperkirakan lebih dari 585.000 ibu pertahunnya meninggal saat hamil, bersalin dan nifas. Fakta mengenai Abortus (WHO) memperkirakan di seluruh dunia setiap tahun terjadi 20-25 juta kejadian aborsi yang tidak aman.(WHO,1998). Sekitar 15% dari jumlah total kematian ibu di seluruh dunia diakibatkan oleh komplikasi aborsi yang tidak aman. Pada Negara berkembang 20 juta kejadian aborsi, pada Asia 9,9 juta kejadian aborsi itu tidak termasuk Jepang, Australia, dan Selandia Baru. (WHO,1998) Indonesia estimasi nasional menyatakan setiap tahun terjadi 2 juta kasus aborsi di Indonesia. Ini artinya terdapat 43 kasus aborsi per 100 kelahiran hidup (menurut hasil kasus sensus penduduk tahun 2000, terdapat 53.783.717 perempuan usia 15-49 tahun) tau 37 kasus aborsi pertahun per 1000 perempuan usia 15-49 tahun (berdasarkan Crud Brith Rate /CBR sebesar 23 per 1000 kelahiran hidup). (Utomo,2001)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 19 Jan 2026 03:51
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/944

Actions (login required)

View Item
View Item