ATKANA, MELIANUS (2001) HUBUNGAN ASUPAN GIZI, STATUS GIZI, DAN KADAR HB DENGAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA WANITA PTP II ARSO JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
MELIANUS ATKANA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8MB)

Abstract

Di negara yang sedang berkembang tenaga kerja, para pengusaha cenderung makna untuk kurang memperhatikan tingkat kesejahteraan buruh, terutama buruh kasar. Golongan ini kalau tidak bekerja dengan rajin, giat dan produktivitas cepat-cepat dicap pemalas.

Mungkin belum banyak yang menyadari bahwa soal kemalasan para buruh-buruh kasar erat hubungannya dengan tingkat kesehatan mereka terutama ditentukan oleh keadaan gizi.

Perbaikan tingkat keadaaan gizi buruh diberbagai lapangan kerja berhubungan erat dengan peningkatan produktivitas kerja sehingga semangat mempengaruhi mutu dan jumlah produksi.

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari jawaban tentang bagaimana Hubungan Asupan Gizi, Status Gizi dan Status Hb dengan Produktivitas Kerja. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan cross sectional menggunakan subyek sebanyak 33 orang pekerja pada bagian penyiangan pohon kelapa sawit melalui hasil Recoll Konsumsi Makanan 1 x 24 jam selama 3 hari untuk penelitian Asupan Gizi, pengukuran BR/TB untuk penelitian Status Gizi secara Antropometri dan pemeriksaan. Kadar Hb secara Cyanmet Haemoglobin untuk penelitian kadar Hb yang dapat menentukan Status Gizi.

Penelitian terhadap 33 orang pekerja wanita menunjukan bahwa sebagian besar pekerja wanita mempunyai Asupan Gizi dan Status Gizi yang kurang karena dilihat dari kadar Hb yaitu sekitar 87,9% tetapi kalau dilihat Status Gizi berdasarkan indes massa tubuh sebagian besar baik sekitar 81,8 %. Produktivitas kerja yang dihasilkan pekerja wanita adalah sangat kurang (100 %). Jika dilihat dari standar yang ditetapkan, tetapi kalau dilihat dari produktivitas seseorang dibanding rata-rata maka sebagian mempunyai produksi lebih tinggi 22 oarang atau 63,6%.

Selanjutnya jika hubungan antara Asupan Gizi, Status Gizi dan Kadar Hb pekerja terhadap produktivitas kerja wanita, ternyata makin baik asupan gizi, makin baik status gizi menurut indeks BB/TB maka cenderung makin tinggi produksivitas kerjanya. Tetapin setelah dilakukan uji regresi (r) sederhana. Hubungan tersebut bermakna (positif) dalam arti ada hubungan antara asupan gizi, status gizi, status Hb dengan produktivitas kerja.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Di negara yang sedang berkembang tenaga kerja, para pengusaha cenderung makna untuk kurang memperhatikan tingkat kesejahteraan buruh, terutama buruh kasar. Golongan ini kalau tidak bekerja dengan rajin, giat dan produktivitas cepat-cepat dicap pemalas. Mungkin belum banyak yang menyadari bahwa soal kemalasan para buruh-buruh kasar erat hubungannya dengan tingkat kesehatan mereka terutama ditentukan oleh keadaan gizi. Perbaikan tingkat keadaaan gizi buruh diberbagai lapangan kerja berhubungan erat dengan peningkatan produktivitas kerja sehingga semangat mempengaruhi mutu dan jumlah produksi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari jawaban tentang bagaimana Hubungan Asupan Gizi, Status Gizi dan Status Hb dengan Produktivitas Kerja. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan cross sectional menggunakan subyek sebanyak 33 orang pekerja pada bagian penyiangan pohon kelapa sawit melalui hasil Recoll Konsumsi Makanan 1 x 24 jam selama 3 hari untuk penelitian Asupan Gizi, pengukuran BR/TB untuk penelitian Status Gizi secara Antropometri dan pemeriksaan. Kadar Hb secara Cyanmet Haemoglobin untuk penelitian kadar Hb yang dapat menentukan Status Gizi. Penelitian terhadap 33 orang pekerja wanita menunjukan bahwa sebagian besar pekerja wanita mempunyai Asupan Gizi dan Status Gizi yang kurang karena dilihat dari kadar Hb yaitu sekitar 87,9% tetapi kalau dilihat Status Gizi berdasarkan indes massa tubuh sebagian besar baik sekitar 81,8 %. Produktivitas kerja yang dihasilkan pekerja wanita adalah sangat kurang (100 %). Jika dilihat dari standar yang ditetapkan, tetapi kalau dilihat dari produktivitas seseorang dibanding rata-rata maka sebagian mempunyai produksi lebih tinggi 22 oarang atau 63,6%. Selanjutnya jika hubungan antara Asupan Gizi, Status Gizi dan Kadar Hb pekerja terhadap produktivitas kerja wanita, ternyata makin baik asupan gizi, makin baik status gizi menurut indeks BB/TB maka cenderung makin tinggi produksivitas kerjanya. Tetapin setelah dilakukan uji regresi (r) sederhana. Hubungan tersebut bermakna (positif) dalam arti ada hubungan antara asupan gizi, status gizi, status Hb dengan produktivitas kerja.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 22 Jan 2026 07:43
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/956

Actions (login required)

View Item
View Item