SIAGIAN, MELVA VERAWATY (2001) INJAUAN TERHADAP ASUHAN NUTRISI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK NON HAEMODIALISA RAWAT INAP DI RUANG PENYAKIT DALAM RSUD DOK II JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
MELVA VERAWATY SIAGIAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (39MB)
Abstract
Masalah status gizi pada penderita gagal ginjal kronik telah banyak
dibicarakan. Dari penelitian yang dilakukan oleh PAPD I pada tahun 1990 - 1992 menunjukkan bahwa 13 % dari sekitar 50.000 pasien rawat inap di seluruh Indonesia menderita gagal ginjal dan hipertensi. Dan setelah diadakan penelitian lanjut ditemukan bahwa pasien pasien yang rentan terhadap malnutrisi salah satunya adalah pasien gangguan ginjal. Penelitian tersebut terbatas terhadap status gizi penderita GGK non Hemodialisis menunjukkan bahwa dengan pengukuran antropometri 42.9 % penderita berada dalam status gizi kurang dan 7,1% berstatus gizi buruk.
Pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dok II Jayapura yang tercatat dalam register tahun 2001 bulan Januari hingga Juli menunjukkan jumlah pasien sebanyak 42 oprang dimana 35 laki-laki dan 7 perempuan dan terdapat dalam golongan umur 45- 64 tahun. Pasien GGK yang terdapat di wilayah Irian Jaya khususnya di Jayapura pada umumnya dirawat dan dirujuk ke RSUD Dok II mengingat hanya di RSUD Dok II yang mempunyai fasilitas yang memadai. Diantaranya fasilitas ruang dan alat untuk melakukan terapi Hemodialisa dan laboratorium yang memungkinkan untuk pemeriksaan darah yang menunjang pemeriksaan GGK.
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi pasien gagal ginjal kronik di rawat inap di ruang penyakit dalam di RSUD Dok II Jayapura. Dengan menggambarkan tentang data subjektif, objektif, tingkat penerimaan diet dan asupan gizi pasien GGK tersebut.
Penelitian ini dilakukan untuk melihat perkembangan status gizi selama dirawat di RSUD Dok II Jayapura. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah pengamatan kasus yang digambarkan secara deskriptif untk mendapatkan status gizi pasien. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik rawat inap di ruang penyakit dalam RSUD Dok II Jayapura sedangkan sampel yang
diambil adalah pasien GGK yang tidak menjalani terapi Hemodialisa dan memenuhi kriteria tertentu. Jumlah sampel adalah total sampel yaitu semua pasien GGK non Hemodialisa dirawat inap ruang penyakit dalam RSUD Dok II Jayapura selama waktu penelitian yang memenuhi kriteria tertentu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penelitian berlangsung yaitu selama 3 minggu didapatkan pasien GGK non Hemodialisa sebanyak 8 orang, 6 diantaranya adalah laki-laki dan 2 perempuan. Tujuh diantara pasien tersebut kurus atau Underweight dan 12,5 % adalah pasien yang status gizinya normal, dan 100% pasien mempunyai rata-rata asupan gizi yang kurang.
Daftar Bacaan: 15 Buku (1978-1999)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Masalah status gizi pada penderita gagal ginjal kronik telah banyak dibicarakan. Dari penelitian yang dilakukan oleh PAPD I pada tahun 1990 - 1992 menunjukkan bahwa 13 % dari sekitar 50.000 pasien rawat inap di seluruh Indonesia menderita gagal ginjal dan hipertensi. Dan setelah diadakan penelitian lanjut ditemukan bahwa pasien pasien yang rentan terhadap malnutrisi salah satunya adalah pasien gangguan ginjal. Penelitian tersebut terbatas terhadap status gizi penderita GGK non Hemodialisis menunjukkan bahwa dengan pengukuran antropometri 42.9 % penderita berada dalam status gizi kurang dan 7,1% berstatus gizi buruk. Pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dok II Jayapura yang tercatat dalam register tahun 2001 bulan Januari hingga Juli menunjukkan jumlah pasien sebanyak 42 oprang dimana 35 laki-laki dan 7 perempuan dan terdapat dalam golongan umur 45- 64 tahun. Pasien GGK yang terdapat di wilayah Irian Jaya khususnya di Jayapura pada umumnya dirawat dan dirujuk ke RSUD Dok II mengingat hanya di RSUD Dok II yang mempunyai fasilitas yang memadai. Diantaranya fasilitas ruang dan alat untuk melakukan terapi Hemodialisa dan laboratorium yang memungkinkan untuk pemeriksaan darah yang menunjang pemeriksaan GGK. Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi pasien gagal ginjal kronik di rawat inap di ruang penyakit dalam di RSUD Dok II Jayapura. Dengan menggambarkan tentang data subjektif, objektif, tingkat penerimaan diet dan asupan gizi pasien GGK tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat perkembangan status gizi selama dirawat di RSUD Dok II Jayapura. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah pengamatan kasus yang digambarkan secara deskriptif untk mendapatkan status gizi pasien. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik rawat inap di ruang penyakit dalam RSUD Dok II Jayapura sedangkan sampel yang diambil adalah pasien GGK yang tidak menjalani terapi Hemodialisa dan memenuhi kriteria tertentu. Jumlah sampel adalah total sampel yaitu semua pasien GGK non Hemodialisa dirawat inap ruang penyakit dalam RSUD Dok II Jayapura selama waktu penelitian yang memenuhi kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penelitian berlangsung yaitu selama 3 minggu didapatkan pasien GGK non Hemodialisa sebanyak 8 orang, 6 diantaranya adalah laki-laki dan 2 perempuan. Tujuh diantara pasien tersebut kurus atau Underweight dan 12,5 % adalah pasien yang status gizinya normal, dan 100% pasien mempunyai rata-rata asupan gizi yang kurang. Daftar Bacaan: 15 Buku (1978-1999) |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 08:04 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/957 |

