HUTAHAEAN, PABER (2001) HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKAN, PENGETAHUAN GIZI DAN ASUPAN GIZI DENGAN STATUS ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KELURAHAN TANJUNG KASUARI KECAMATAN SORONG BARAТ KABUPATEN SORONG. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
PABER HUTAHAEAN.pdf
Download (11MB)
Abstract
PABER HUTAHAEAN
HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKAN, PENGETAHUAN GIZI DAN ASUPAN GIZI DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KELURAHAN TANJUNG KASUARI SORONG x, 40 Hal, 8 Tabel, 9
Lampiran.
Masalah anemia gizi merupakan salah satu persoalan kesehatan yang banyak dialami oleh Negara berkembang dan Negara maju. Diperkirakan penyakit ini diderita oleh 700 juta jiwa di seluruh dunia. Kenyataan ini menuntut semua bangsa untuk memberikan perhatian
khusus dalam penanganannya.
Bagi bangsa Indonesia sendiri persoalan ini cukup serius. Penyakit ini bukan hanya rawan terjadi pada keluarga tak mampu, melainkan juga pada keluarga tergolong mampu. Prevalensi anemia gizi besi pada ibu hamil dan usia produktif masih sangat tinggi, masing-masing 65,5% dan 39,5%. Keadaan ini dapat membawa akibat buruk seperti berikut: rendahnya kemampuan kerja jasmani dan produktivitas kerja, rendahnya kemampuan intelektual dan terganggunya pertumbuhan fisik terutama pada balita, sebagai salah satu penyembab tingginya angka kematian Ibu.
Untuk mencapai semua kondisi diatas, faktor gizi merupakan salah satu prasyarat dasar. Wanita subur produktif merupakan kelompok yang tentang terhadap anemia, utamanya anemia karena kekurangan zat besi, yang dibuktikan dengan rendahnya kadar besi dalam serum. Dalam melaksanakan kodratnya dan fungsinya sebagai ibu, kaum wanita sangat erat kaitannya dengan darah.
Dalam fase mengandung, ibu berperan dalam pembentukan organ dari janin yang dikandungnya, termasuk pembentukan darahnya
sehingga memerlukan intake yang lebih.
Dalam proses melahirkan ibu selalu disertai dengan hilangnya darah dalam jumlah tertentu (baik fisiologi maupun patologis) yang bila tidak disustitusi secara seimbang akan menyebabkan terjadinya anemia pada si Ibu. Selain itu, faktor penyebab lainnya adalah kerena perilaku makan yang tidak menunjang kebiasaan hidup sehat, kurangnya kandungan zat besi dalam makanan yang dikonsumsi serta akibat infeksi cacing, karena kondisi lingkungan dan perilaku hidup sehat yang tidak sesuai dengan prinsip higiene sanitasi yang baik.
Dalam proses melahirkan ibu selalu disertai dengan hilangnya darah dalam jumlah tertentu (baik fisiologi maupun patologis) yang bila tidak disustitusi secara seimbang akan menyebabkan terjadinya anemia pada si Ibu. Selain itu, faktor penyebab lainnya adalah kerena perilaku makan yang tidak menunjang kebiasaan hidup sehat, kurangnya kandungan zat besi dalam makanan yang dikonsumsi serta akibat infeksi cacing, karena kondisi lingkungan dan perilaku hidup sehat yang tidak sesuai dengan prinsip higiene sanitasi yang baik.
Semua kondisi diatas bermuara pada kondisi yang masih rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran akan hidup sehat. Pola makan yang menunjang hidup sehat jelas merupakan penyebab yang signifikan dari anemia. Hal ini hironis sebenarnya, dimana kita hidup
dialam Indonesia yang tanahnya subur untuk tumbuhan yang mengandung zat besi, namun penduduknya, khususnya wanita hamil
banyak yang anemia dengan defisiensi zat besi. Jadi seandainya
tingkat pengetahuan dan kesadaran akan hidup sehat memadai,
seyogianya tidak terjadi anemia defisiensi zat besi, karena bahan bakunya banyak tersedia dialam.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan pola konsumsi makan, pengetahuan gizi dan asupan gizi dengan anemia pada ibu hamil di Kelurahan Tanjung Kasuari Sorong. Penelitian dilakukan secara deskriptif analitik dengan pendekatan "cross sectional study". Sampel diambil tanggal 20 Agustus s/d 04 September 2001 di Kelurahan Tanjung Kasuari Sorong, jumlah sampel yang diambil total jumlah ibu hamil yang anemia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,0% ibu hamil ditemukan sebagai kasus anemia ringan (Hb 9 -10 gr/dl) dan pola konsumsi makan ibu hamil kurang yaitu 60,0%, pengetahuan 50,0% dinyatakan kurang, asupan gizi ibu hamil rata-rata cukup yaitu 60,0%, namun hanya 46,7% ibu hamil yang memperoleh tablet besi paling banyak 30 butir dari puskesmas.
Berdasarkan hubungan 1). Pola makan dengan asupan gizi ibu hamil terdapat (55,5%) ibu hamil pola konsumsi makannya baik dengan asupan gizinya cukup dan (83,3%) ibu hamil pola konsumsi makannya kurang dengan asupan gizinya kurang. 2). Pengetahuan gizi ibu hamil dengan asupan gizi terdapat (61,1%) ibu hamil pengetahuan gizinya cukup dengan asupan gizi cukup dan (66,7%) ibu hamil pengetahuan gizinya kurang dengan asupan gizinya kurang. 3). Asupan gizi dengan status anemia pada ibu hamil terdapat asupan gizinya cukup dengan menderita anemia ringan dan (66,7%) ibu hamil asupan gizinya kurang dengan menderita anemia berat. 4). Pola konsumsi makan dengan status anemia pada ibu hamil terdapat (55,5%) ibu hamil pola konsumsi makannya baik dengan menderita anemia ringan dan (83,3%) ibu hamil, pola konsumsi makannya kurang dengan menderita anemia berat.
Hasil statistik dengan uji khi-kuadrat menunjukkan bahwa 1). Ada hubungan bermakna antara pola konsumsi makan dengan asupan gizi ibu hamil, 2). Tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan gizi ibu hamil dengan asupan gizi, 3). Ada hubungan bernakna antara asupan gizi dengan anemia pada ibu hamil, 4). Ada hubungan bermakna antara pola konsumsi makan dengan anemia pada ibu hamil. (Lihat lampiran tentang uji-khi kuadrat).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | PABER HUTAHAEAN HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKAN, PENGETAHUAN GIZI DAN ASUPAN GIZI DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KELURAHAN TANJUNG KASUARI SORONG x, 40 Hal, 8 Tabel, 9 Lampiran. Masalah anemia gizi merupakan salah satu persoalan kesehatan yang banyak dialami oleh Negara berkembang dan Negara maju. Diperkirakan penyakit ini diderita oleh 700 juta jiwa di seluruh dunia. Kenyataan ini menuntut semua bangsa untuk memberikan perhatian khusus dalam penanganannya. Bagi bangsa Indonesia sendiri persoalan ini cukup serius. Penyakit ini bukan hanya rawan terjadi pada keluarga tak mampu, melainkan juga pada keluarga tergolong mampu. Prevalensi anemia gizi besi pada ibu hamil dan usia produktif masih sangat tinggi, masing-masing 65,5% dan 39,5%. Keadaan ini dapat membawa akibat buruk seperti berikut: rendahnya kemampuan kerja jasmani dan produktivitas kerja, rendahnya kemampuan intelektual dan terganggunya pertumbuhan fisik terutama pada balita, sebagai salah satu penyembab tingginya angka kematian Ibu. Untuk mencapai semua kondisi diatas, faktor gizi merupakan salah satu prasyarat dasar. Wanita subur produktif merupakan kelompok yang tentang terhadap anemia, utamanya anemia karena kekurangan zat besi, yang dibuktikan dengan rendahnya kadar besi dalam serum. Dalam melaksanakan kodratnya dan fungsinya sebagai ibu, kaum wanita sangat erat kaitannya dengan darah. Dalam fase mengandung, ibu berperan dalam pembentukan organ dari janin yang dikandungnya, termasuk pembentukan darahnya sehingga memerlukan intake yang lebih. Dalam proses melahirkan ibu selalu disertai dengan hilangnya darah dalam jumlah tertentu (baik fisiologi maupun patologis) yang bila tidak disustitusi secara seimbang akan menyebabkan terjadinya anemia pada si Ibu. Selain itu, faktor penyebab lainnya adalah kerena perilaku makan yang tidak menunjang kebiasaan hidup sehat, kurangnya kandungan zat besi dalam makanan yang dikonsumsi serta akibat infeksi cacing, karena kondisi lingkungan dan perilaku hidup sehat yang tidak sesuai dengan prinsip higiene sanitasi yang baik. Dalam proses melahirkan ibu selalu disertai dengan hilangnya darah dalam jumlah tertentu (baik fisiologi maupun patologis) yang bila tidak disustitusi secara seimbang akan menyebabkan terjadinya anemia pada si Ibu. Selain itu, faktor penyebab lainnya adalah kerena perilaku makan yang tidak menunjang kebiasaan hidup sehat, kurangnya kandungan zat besi dalam makanan yang dikonsumsi serta akibat infeksi cacing, karena kondisi lingkungan dan perilaku hidup sehat yang tidak sesuai dengan prinsip higiene sanitasi yang baik. Semua kondisi diatas bermuara pada kondisi yang masih rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran akan hidup sehat. Pola makan yang menunjang hidup sehat jelas merupakan penyebab yang signifikan dari anemia. Hal ini hironis sebenarnya, dimana kita hidup dialam Indonesia yang tanahnya subur untuk tumbuhan yang mengandung zat besi, namun penduduknya, khususnya wanita hamil banyak yang anemia dengan defisiensi zat besi. Jadi seandainya tingkat pengetahuan dan kesadaran akan hidup sehat memadai, seyogianya tidak terjadi anemia defisiensi zat besi, karena bahan bakunya banyak tersedia dialam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hubungan pola konsumsi makan, pengetahuan gizi dan asupan gizi dengan anemia pada ibu hamil di Kelurahan Tanjung Kasuari Sorong. Penelitian dilakukan secara deskriptif analitik dengan pendekatan "cross sectional study". Sampel diambil tanggal 20 Agustus s/d 04 September 2001 di Kelurahan Tanjung Kasuari Sorong, jumlah sampel yang diambil total jumlah ibu hamil yang anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,0% ibu hamil ditemukan sebagai kasus anemia ringan (Hb 9 -10 gr/dl) dan pola konsumsi makan ibu hamil kurang yaitu 60,0%, pengetahuan 50,0% dinyatakan kurang, asupan gizi ibu hamil rata-rata cukup yaitu 60,0%, namun hanya 46,7% ibu hamil yang memperoleh tablet besi paling banyak 30 butir dari puskesmas. Berdasarkan hubungan 1). Pola makan dengan asupan gizi ibu hamil terdapat (55,5%) ibu hamil pola konsumsi makannya baik dengan asupan gizinya cukup dan (83,3%) ibu hamil pola konsumsi makannya kurang dengan asupan gizinya kurang. 2). Pengetahuan gizi ibu hamil dengan asupan gizi terdapat (61,1%) ibu hamil pengetahuan gizinya cukup dengan asupan gizi cukup dan (66,7%) ibu hamil pengetahuan gizinya kurang dengan asupan gizinya kurang. 3). Asupan gizi dengan status anemia pada ibu hamil terdapat asupan gizinya cukup dengan menderita anemia ringan dan (66,7%) ibu hamil asupan gizinya kurang dengan menderita anemia berat. 4). Pola konsumsi makan dengan status anemia pada ibu hamil terdapat (55,5%) ibu hamil pola konsumsi makannya baik dengan menderita anemia ringan dan (83,3%) ibu hamil, pola konsumsi makannya kurang dengan menderita anemia berat. Hasil statistik dengan uji khi-kuadrat menunjukkan bahwa 1). Ada hubungan bermakna antara pola konsumsi makan dengan asupan gizi ibu hamil, 2). Tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan gizi ibu hamil dengan asupan gizi, 3). Ada hubungan bernakna antara asupan gizi dengan anemia pada ibu hamil, 4). Ada hubungan bermakna antara pola konsumsi makan dengan anemia pada ibu hamil. (Lihat lampiran tentang uji-khi kuadrat). |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 31 Jan 2026 02:15 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/963 |

