R. J. SIRAIT, RUMONDANG (2001) FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RSUD SORONG TAHUN 2001. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
RUMONDANG R.J. SIRAIT.pdf
Download (5MB)
Abstract
Dalam transisi Epidemiologi di Indonesia saat ini mengalami beban ganda, yakni harus terus memberantas penyakit infeksi atau penyakit menular dan penyakit tidak menular. Salah satu penyakit tidak menular tersebut adalah Diabetes Mellitus yang salah satu penyebabnya adalah perubahan pola makan pada masyarakat yang salah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui umur, letak geografis, pola makan, status gizi penderita Diabetes Mellitus dengan kadar glukosa darah di RSUD Sorong tahun 2001.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua penderita Diabetes Mellitus yang dirawat jalan maupun rawat inap (total sampling) di RSUD Sorong. Pengumpulan data umur, letak geografis, pola makan dikumpulkan dengan cara langsung pada penderita berdasarkan daftar pertanyaan, melakukan perhitungan dan recalling. Data status gizi diperoleh dari analisis IMT yaitu dengan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2001.
Analisis data dilakukan secara tabulasi dan analisis regresi dan analisa hubungan dengan uji hipotesis t.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyakit Diabetes Mellitus pada penderita di RSUD Sorong diderita oleh umur dewasa (20-39 tahun) sebesar 17,39%, umur dewasa setengah tua (40-60 tahun) sebesar 60,87% dan umur dewasa tua (> 60 tahun) sebesar 21,74%. Dari segi letak geografis penderita Diabetes Mellitus sebanyak 23 penderita terdapat 21 orang (91,3%) berasal dari daerah pantai, sedangkan sisanya 2 orang (8,7%) berasal dari daerah pegunungan. Dari segi pola makan 3J (jumlah, jenis, jadual) penderita Diabetes Mellitus di RSUD Sorong rata-rata (100%) tidak menurut 3J. Dari segi status gizi penderita Diabetes Mellitus di RSUD Sorong sebesar 60,87% (14 orang) status gizi kurang sedangkan status gizi baik sebesar 39,13% (9 orang). Dari segi kadar glukosa darah 2 jam pp penderita Diabetes Mellitus di RSUD Sorong. dari 23 penderita rata-rata kadar glukosa darahnya 2 jam pp di atas normal. Dari uji statistik dengan penggunaan uji t pada a= 0,05 dk =21, diperoleh th= 0,547 ta = 2,080 ternyata th < ta berarti HO diterima, dan HA ditolak. Maka disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kadar glukosa darah. Dari segi statistik dengan menggunakan uji t pada a-0,05 dk-21 diperoleh th= -0,719 ta= 2,080 ternyata th < ta berarti HO diterima dan HA ditolak. Maka tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kadar glukosa darah.
Daftar bacaan: 24 (1974-2000)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Dalam transisi Epidemiologi di Indonesia saat ini mengalami beban ganda, yakni harus terus memberantas penyakit infeksi atau penyakit menular dan penyakit tidak menular. Salah satu penyakit tidak menular tersebut adalah Diabetes Mellitus yang salah satu penyebabnya adalah perubahan pola makan pada masyarakat yang salah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui umur, letak geografis, pola makan, status gizi penderita Diabetes Mellitus dengan kadar glukosa darah di RSUD Sorong tahun 2001. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua penderita Diabetes Mellitus yang dirawat jalan maupun rawat inap (total sampling) di RSUD Sorong. Pengumpulan data umur, letak geografis, pola makan dikumpulkan dengan cara langsung pada penderita berdasarkan daftar pertanyaan, melakukan perhitungan dan recalling. Data status gizi diperoleh dari analisis IMT yaitu dengan menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2001. Analisis data dilakukan secara tabulasi dan analisis regresi dan analisa hubungan dengan uji hipotesis t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyakit Diabetes Mellitus pada penderita di RSUD Sorong diderita oleh umur dewasa (20-39 tahun) sebesar 17,39%, umur dewasa setengah tua (40-60 tahun) sebesar 60,87% dan umur dewasa tua (> 60 tahun) sebesar 21,74%. Dari segi letak geografis penderita Diabetes Mellitus sebanyak 23 penderita terdapat 21 orang (91,3%) berasal dari daerah pantai, sedangkan sisanya 2 orang (8,7%) berasal dari daerah pegunungan. Dari segi pola makan 3J (jumlah, jenis, jadual) penderita Diabetes Mellitus di RSUD Sorong rata-rata (100%) tidak menurut 3J. Dari segi status gizi penderita Diabetes Mellitus di RSUD Sorong sebesar 60,87% (14 orang) status gizi kurang sedangkan status gizi baik sebesar 39,13% (9 orang). Dari segi kadar glukosa darah 2 jam pp penderita Diabetes Mellitus di RSUD Sorong. dari 23 penderita rata-rata kadar glukosa darahnya 2 jam pp di atas normal. Dari uji statistik dengan penggunaan uji t pada a= 0,05 dk =21, diperoleh th= 0,547 ta = 2,080 ternyata th < ta berarti HO diterima, dan HA ditolak. Maka disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kadar glukosa darah. Dari segi statistik dengan menggunakan uji t pada a-0,05 dk-21 diperoleh th= -0,719 ta= 2,080 ternyata th < ta berarti HO diterima dan HA ditolak. Maka tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kadar glukosa darah. Daftar bacaan: 24 (1974-2000) |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 31 Jan 2026 02:41 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/968 |

