SJAINUDDIN (2001) PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN ТАМBАHAN ANAK SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR TINGKАТ КЕНARIAN ANAK SEKOLAH DASAR DI SD INPRES NAFRI DESA NAFRI KЕС. АВEPURA KOTA JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
SJAINUDDIN.pdf

Download (3MB)

Abstract

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dicapai melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara optimal. Salah satu sumber bahan makanan yang cukup bergizi dan harganya dapat dijangkau oleh lapisan masyarakat adalah bayam dan singkong.

Dengan penambahan tepung bayam pada tepung singkong terhadap mutu organoleptik pembuatan kue kering, dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat luas dimana dapat meningkatkan kualitas gizi dan menambah penghasilan keluarga.

Tujuan umum dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bayam pada tepung singkong terhadap mutu organoleptik pembuatan kue kering, sedangkan tujuan khusus adalah mengetahui pengaruh penambahan dari keempat jenis perlakuan pembuatan kue kering dan mengetahui daya terima secara organoleptik yang baik dari keempat jenis perlakuan pembuatan kue kering.

Penelitian ini dilakukan di Perumnas II Waena dan dilanjutkan di laboratorium Ilmu Tekhnologi Pangan Politeknik Kesehatan Jayapura.

Kue kering dalam penelitian ini terbuat dari tepung bayam dan tepung singkong dengan perbandingan komposisi yang berbeda-beda, sedangkan tepung terigu, telur, gula pasir, garam, santan kental serta vanili merupakan bahan tambahan dengan komposisi perbandingan yang sama.

Pelaksanaan penelitian ini dilakaukan dua tahap yaitu penelitian pendahuluan yang meliputi pemilihan bahan baku sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan, dan penelitian lanjutan yang meliputi proses penyusunan pengolahan pembuatan kue kering.

Dalam penelitian ini, dilakukan uji hedonik yang meliputi 6 skala numerik terhadap aroma, warna, rasa dan tekstur dari keempat jenis kue kering. Data hasil organoleptik diuji secara statistik dengan menggunakan uji sidik ragam (analisis Anova) yang dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Test.

Berdasarkan hasil uji sidik ragam pada aroma dan warna menunjukkan adanya pengaruh penambahan tepung bayam pada tepung singkong terhadap mutu organoleptik pembuatan kue kering, dimana aroma dari perlakuan I- IV masing-masing kue berbeda-beda. Namun perlakuan I, II, III berbeda perlakuan IV, sedangkan perlakuan II sama dengan perlakuan III. Segi rasa dan tekstur keduanya tidak ada perbedaan yang nyata.

Aroma kue kering yang paling disukai pada perlakuan pertama (P I) yaitu 4,9 dan segi warna yang paling disenangai pada perlakuan pertama (P I) yaitu 4,85 dari ratarata penilaian keempat jenis kue kering. Jadi kue kering yang memiliki penialain yang terbaik adalah perlakuan pertama (PI) dari keempat jenis kue kering.
Adapun ahasil uji penerimaan rata-rata 69,99 % dari anak umur 7- 12 tahun.

Daftar bacaan 15 buku (1976-1999)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dicapai melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara optimal. Salah satu sumber bahan makanan yang cukup bergizi dan harganya dapat dijangkau oleh lapisan masyarakat adalah bayam dan singkong. Dengan penambahan tepung bayam pada tepung singkong terhadap mutu organoleptik pembuatan kue kering, dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat luas dimana dapat meningkatkan kualitas gizi dan menambah penghasilan keluarga. Tujuan umum dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung bayam pada tepung singkong terhadap mutu organoleptik pembuatan kue kering, sedangkan tujuan khusus adalah mengetahui pengaruh penambahan dari keempat jenis perlakuan pembuatan kue kering dan mengetahui daya terima secara organoleptik yang baik dari keempat jenis perlakuan pembuatan kue kering. Penelitian ini dilakukan di Perumnas II Waena dan dilanjutkan di laboratorium Ilmu Tekhnologi Pangan Politeknik Kesehatan Jayapura. Kue kering dalam penelitian ini terbuat dari tepung bayam dan tepung singkong dengan perbandingan komposisi yang berbeda-beda, sedangkan tepung terigu, telur, gula pasir, garam, santan kental serta vanili merupakan bahan tambahan dengan komposisi perbandingan yang sama. Pelaksanaan penelitian ini dilakaukan dua tahap yaitu penelitian pendahuluan yang meliputi pemilihan bahan baku sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan, dan penelitian lanjutan yang meliputi proses penyusunan pengolahan pembuatan kue kering. Dalam penelitian ini, dilakukan uji hedonik yang meliputi 6 skala numerik terhadap aroma, warna, rasa dan tekstur dari keempat jenis kue kering. Data hasil organoleptik diuji secara statistik dengan menggunakan uji sidik ragam (analisis Anova) yang dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Test. Berdasarkan hasil uji sidik ragam pada aroma dan warna menunjukkan adanya pengaruh penambahan tepung bayam pada tepung singkong terhadap mutu organoleptik pembuatan kue kering, dimana aroma dari perlakuan I- IV masing-masing kue berbeda-beda. Namun perlakuan I, II, III berbeda perlakuan IV, sedangkan perlakuan II sama dengan perlakuan III. Segi rasa dan tekstur keduanya tidak ada perbedaan yang nyata. Aroma kue kering yang paling disukai pada perlakuan pertama (P I) yaitu 4,9 dan segi warna yang paling disenangai pada perlakuan pertama (P I) yaitu 4,85 dari ratarata penilaian keempat jenis kue kering. Jadi kue kering yang memiliki penialain yang terbaik adalah perlakuan pertama (PI) dari keempat jenis kue kering. Adapun ahasil uji penerimaan rata-rata 69,99 % dari anak umur 7- 12 tahun. Daftar bacaan 15 buku (1976-1999)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 31 Jan 2026 03:08
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/973

Actions (login required)

View Item
View Item