GOBAI, SOPIA (2001) PEMBUATAN MANISAN DAN UJI ORGANOLEPTIK SERTA PENENTUAN KADAR YODIUM DARI RUMPUT LAUT (Sargassum Siliquosuт). Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
SOPIA GOBAI.pdf
Download (27MB)
Abstract
Rumput laut dari spesies Sargassum siliquosum adalah tanaman yang banyak tumbuh diterumbuk karang tanaman ini belum pernah dikonsumsi oleh masyarakat. Kandungan kadar yodium pada rumput laut divisio Phaephytae (ganggang coklat) 3000 kali lebih besar dari kadar yodium yang ada di dalam air laut. Yodium merupakan zat minor yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perkembangan dan kecerdasan. Kekurangan yodium berupa gondok endemik merupakan masalah di Indonesia, prevalensi gondok endemik paling tinggi adalah penduduk yang bertempat tinggal di pesisir pantai. Akibat kekurangan yodium akan terjadi pengurangan IQ Point di bawah normal.
Sumber yodium yang terbaik adalah dalam hasil-hasil laut seperti: udang, kerang, ikan dan rumput laut. Salahsatu sumber yodium seperti rumput laut belum dikonsumsi oleh masyarakat sebagai contoh pada spesies Sargassum siliquosuт. Oleh karena itu perlu pemanfaatan teknologi tepat guna yaitu membuat suatu produk makanan seperti manisan yang selanjutnya melakukan uji kesukaan dan uji tingkat
penerimaan dengan harapan dapat dikonsumsikan oleh masyarakat. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah rumput laut (Sargassuт siliquosum) yang telah di olah menjadi manisan, selanjutnya melakukan uji kesukaan dan uji tingkat penerimaan serta menentukan berapa besar kadar yodium dalam olahan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah membuat manisan dari rumput laut yang layak dan disukai oleh masyarakat dan sekaligus menegetahui berapa besar kadar yodium yang terkandung dalam olahan tersebut.
Penelitian pendahuluan dilakukan bulan september dan penelitian lanjutan dilakukan pada bulan September - Oktober 2001, pada penelitian pendahuluan dilakukan pemilihan bahan baku denga kriteria thalus muda dan segar, kemudian dilakukan pengeringan, pencucuian, perendamaan 2 sampai 3 hari setiap pagi dan sore diganti airnya kemudian diolah menjadi manisan. Hasil olahan tersebut dilakukan uji kesukaan dan uji tingkat penerimaan serta menentukan berapa besar kadar yodium. Teknik analisa data yang digunakan yaitu uji ANOVA, uji Duncan dan metode penambahan larutan standar.
Setelah dilakukan uji ANOVA bahwa warna manisan olahan rumput laut (Sargassum siliquosum) yang paling menarik adalah pada perlakuan ketiga dengan skore rata-rata 4,1 atau 50% panelis memberikan penilaian agak menarik sampai menarik. Aroma manisan olahan rumput laut yang paling disukai adalah pada perlakuan pertama dengan skore rata-rata 4,6 atau 80% panelis memberikan penilaian agak suka sampai suka. Cita rasa manisan olahan rumput laut yang paling enak adalah pada perlakuan pertama dengan skore rata-rata 4,8 atau 75% panelis memberikan penilaian agak enak sampai enak. Tekstur manisan olahan rumput laut yang paling disukai adalah pada perlakuan pertama dengan skore rata-rata 4,3 atau
50% panelis memberikan penilaian netral sampai agak tidak keras. Hasil uji tingkat penerimaan ternyata 23 panelis atau 92% panelis memberikan penilaian agak tidak suka sampai sangat suka terhadap olahan tersebut.Kandungan yodium pada manisan olahan rumput laut adalah 1,94 ppm, secara normal tubuh membutuhkan yodium setiap hari adalah 100-150 µgr, oleh karena itu manisan olahan rumput laut yang dapat dikonsumsi setiap hari adalah minimal 64 gr. Untuk memelihara persediaan tiroksin maka kelenjar tiroid menangkap yodium 60 µgr Setelah dilakukan uji kesukaan kemudian ditabulasi dalam analisa varian dengan tingkat ketelitian 5% bahwa tidak ada perbedaan yang nyata antara perlakuan terhadap, aroma, citarasa, dan tekstur kecuali tingkat kesukaan terhadap warna manisan olahan rumput laut (Sargassum siliquosum). Daya simpan perlu diperhatikan karena itu penilitian lanjutan sangat diharapkan untuk mengetahui berapa lama olahan tersebut dapat bertahan dan bagaimana cara untuk melunakan olahan tersebut, perlu penilaian manisan olahan rumput laut (Sargassum siliquosum) terhadap lamanya perendaman
dengan konsentrasi gula di kurangi atau sama perbandingannya dan pada tingkat penerimaan diberikan pada sasaran yang tepat seperti anak Sekolah Dasar.
Daftar bacaan 21 buku (1974 - 2001).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Rumput laut dari spesies Sargassum siliquosum adalah tanaman yang banyak tumbuh diterumbuk karang tanaman ini belum pernah dikonsumsi oleh masyarakat. Kandungan kadar yodium pada rumput laut divisio Phaephytae (ganggang coklat) 3000 kali lebih besar dari kadar yodium yang ada di dalam air laut. Yodium merupakan zat minor yang sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan, perkembangan dan kecerdasan. Kekurangan yodium berupa gondok endemik merupakan masalah di Indonesia, prevalensi gondok endemik paling tinggi adalah penduduk yang bertempat tinggal di pesisir pantai. Akibat kekurangan yodium akan terjadi pengurangan IQ Point di bawah normal. Sumber yodium yang terbaik adalah dalam hasil-hasil laut seperti: udang, kerang, ikan dan rumput laut. Salahsatu sumber yodium seperti rumput laut belum dikonsumsi oleh masyarakat sebagai contoh pada spesies Sargassum siliquosuт. Oleh karena itu perlu pemanfaatan teknologi tepat guna yaitu membuat suatu produk makanan seperti manisan yang selanjutnya melakukan uji kesukaan dan uji tingkat penerimaan dengan harapan dapat dikonsumsikan oleh masyarakat. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah rumput laut (Sargassuт siliquosum) yang telah di olah menjadi manisan, selanjutnya melakukan uji kesukaan dan uji tingkat penerimaan serta menentukan berapa besar kadar yodium dalam olahan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah membuat manisan dari rumput laut yang layak dan disukai oleh masyarakat dan sekaligus menegetahui berapa besar kadar yodium yang terkandung dalam olahan tersebut. Penelitian pendahuluan dilakukan bulan september dan penelitian lanjutan dilakukan pada bulan September - Oktober 2001, pada penelitian pendahuluan dilakukan pemilihan bahan baku denga kriteria thalus muda dan segar, kemudian dilakukan pengeringan, pencucuian, perendamaan 2 sampai 3 hari setiap pagi dan sore diganti airnya kemudian diolah menjadi manisan. Hasil olahan tersebut dilakukan uji kesukaan dan uji tingkat penerimaan serta menentukan berapa besar kadar yodium. Teknik analisa data yang digunakan yaitu uji ANOVA, uji Duncan dan metode penambahan larutan standar. Setelah dilakukan uji ANOVA bahwa warna manisan olahan rumput laut (Sargassum siliquosum) yang paling menarik adalah pada perlakuan ketiga dengan skore rata-rata 4,1 atau 50% panelis memberikan penilaian agak menarik sampai menarik. Aroma manisan olahan rumput laut yang paling disukai adalah pada perlakuan pertama dengan skore rata-rata 4,6 atau 80% panelis memberikan penilaian agak suka sampai suka. Cita rasa manisan olahan rumput laut yang paling enak adalah pada perlakuan pertama dengan skore rata-rata 4,8 atau 75% panelis memberikan penilaian agak enak sampai enak. Tekstur manisan olahan rumput laut yang paling disukai adalah pada perlakuan pertama dengan skore rata-rata 4,3 atau 50% panelis memberikan penilaian netral sampai agak tidak keras. Hasil uji tingkat penerimaan ternyata 23 panelis atau 92% panelis memberikan penilaian agak tidak suka sampai sangat suka terhadap olahan tersebut.Kandungan yodium pada manisan olahan rumput laut adalah 1,94 ppm, secara normal tubuh membutuhkan yodium setiap hari adalah 100-150 µgr, oleh karena itu manisan olahan rumput laut yang dapat dikonsumsi setiap hari adalah minimal 64 gr. Untuk memelihara persediaan tiroksin maka kelenjar tiroid menangkap yodium 60 µgr Setelah dilakukan uji kesukaan kemudian ditabulasi dalam analisa varian dengan tingkat ketelitian 5% bahwa tidak ada perbedaan yang nyata antara perlakuan terhadap, aroma, citarasa, dan tekstur kecuali tingkat kesukaan terhadap warna manisan olahan rumput laut (Sargassum siliquosum). Daya simpan perlu diperhatikan karena itu penilitian lanjutan sangat diharapkan untuk mengetahui berapa lama olahan tersebut dapat bertahan dan bagaimana cara untuk melunakan olahan tersebut, perlu penilaian manisan olahan rumput laut (Sargassum siliquosum) terhadap lamanya perendaman dengan konsentrasi gula di kurangi atau sama perbandingannya dan pada tingkat penerimaan diberikan pada sasaran yang tepat seperti anak Sekolah Dasar. Daftar bacaan 21 buku (1974 - 2001). |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 31 Jan 2026 03:28 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/975 |

