IVONE RABRAGERI, HERIEN (2008) ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN MALARIA TERSIANA DI RUANG NIFAS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH JAYAPURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
HERIEN IVONE RABRAGERI.pdf
Download (7MB)
Abstract
Setiap kasus kebidanan pada ibu nifas dengan malaria , bila dilakukan pengkajian yang sistematis dan benar maka penanganannya dapat berlangsung dengan baik dimana dapat memberikan pelayanan terbaik , maka manajemen kebidanan dalam bentuk asuhan kebidanan merupakan metode yang tepat dalam pemecahan masalah klien.
Pelayanan yang baik tidak terlepas dari pemahaman teoritis maupun ketrampilan tenaga yang memberikan pelayanan. Untuk itu bidan dituntut lebih pofesional didalam menangani setiap kasus kebidanan.
Selain pemahaman teoritis dan ketrampilan tenaga maka fasilitas penunjang seperti alat-alat atau instrument yang diperlukan bagi suatu tindakan kebidanan , sangatlah diperlukan.
Ibu Nifas “ B “ sebagai pasien dengan malaria tersiana, dapat diberikan pelayanan menurut penulis cukup baik, masalah pasien dapat teratasi dan klien boleh pulang pada hari ke-3, sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter bahwa tidak ada komplikasi. 5. Manajemen kebidanan dalam bentuk asuhan yang berkesinambungan , untuk itu diharapkan semua petugas atau bidan harus benar-benar memahami tentang manajemen kebidanan serta langkah-langkah atau tahap-tahap dalam manajemen kebidanan. Disamping itu pula, kerja sama dari tenaga bidan dalam menyelesaikan berbagai masalah / kasus kebidanan , sangatlah diperlukan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Setiap kasus kebidanan pada ibu nifas dengan malaria , bila dilakukan pengkajian yang sistematis dan benar maka penanganannya dapat berlangsung dengan baik dimana dapat memberikan pelayanan terbaik , maka manajemen kebidanan dalam bentuk asuhan kebidanan merupakan metode yang tepat dalam pemecahan masalah klien. Pelayanan yang baik tidak terlepas dari pemahaman teoritis maupun ketrampilan tenaga yang memberikan pelayanan. Untuk itu bidan dituntut lebih pofesional didalam menangani setiap kasus kebidanan. Selain pemahaman teoritis dan ketrampilan tenaga maka fasilitas penunjang seperti alat-alat atau instrument yang diperlukan bagi suatu tindakan kebidanan , sangatlah diperlukan. Ibu Nifas “ B “ sebagai pasien dengan malaria tersiana, dapat diberikan pelayanan menurut penulis cukup baik, masalah pasien dapat teratasi dan klien boleh pulang pada hari ke-3, sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter bahwa tidak ada komplikasi. 5. Manajemen kebidanan dalam bentuk asuhan yang berkesinambungan , untuk itu diharapkan semua petugas atau bidan harus benar-benar memahami tentang manajemen kebidanan serta langkah-langkah atau tahap-tahap dalam manajemen kebidanan. Disamping itu pula, kerja sama dari tenaga bidan dalam menyelesaikan berbagai masalah / kasus kebidanan , sangatlah diperlukan. |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 31 Jan 2026 03:34 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/979 |

