HANDOKО, TRI (2001) HUBUNGAN PENDAPATAN KELUARGA, PENGETAHUAN GIZI IBU DAN ASUPAN GIZI DENGAN STATUS GIZI ANAK BADUTA PADA KELUARGA PETANI BAWANG MERAH DESA ARSOPURA KECAMATAN SKANTO KABUPATEN JAYAPURA. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.
TRI HANDOKO.pdf
Download (9MB)
Abstract
Status gizi adalah kondisi kesehatan yang disatu pihak ditentukan oleh
penggunaan zat gizi makanan dalam tubuh dan intake yang dikonsumsi yang dinilai berdasarkan berat badan dibandingkan dengan umur (BB/U) dan dibandingkan dengan standar WHO-NCHS.
Anak usia dibawah dua tahun termasuk golongan rawan gizi. Apabila anak tersebut kurang makan dan kurang gizi akan menimbu.kan gangguan fungsional yaitu menurunnya kecerdasan, naiknya frekuensi terkena penyakit infeksi, meningkatnya angka kesakitan dan kematian, serta menentukan pertumbuhan fisik anak.
Dengan meningkatnya pendapatan keluarga, kemajuan teknologi dan pengaruh globalisasi serta pengetahuan gizi keluarga, maka asupan gizi keluarga perlu diperhatikan. Hal ini mengingat bahwa konsumsi pangan yang tidak tepat dapat berakibat buruk yaitu menyangkut
masalah gizi salah (masalah kurang gizi dan gizi lebih).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga, pengetahuan gizi ibu dan asupan gizi dengan status gizi anak Baduta pada keluarga petani bawang merah desa Arsopura Kecamatan Skanto Kabupaten Jayapura.
Jenis penelitian ini adalah Deskriptif dengan pendekatan "Cross Sectional Study" yang dilakukan selama dua minggu mulai tanggal 13 Agustus sampai dengan 27 Agustus 2001, dan tempat penelitian dilakukan di desa Arsopura kecamatan Skanto kabupaten Jayapura.
Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga petani bawang merah yang mempunyai anak Baduta, sedangkan unit sampel sebagai penelitian yaitu anak Baduta.Data penelitian diperoleh dari data sekunder dan data primer. Pengolahan data secara manual dengan menggunakan calkulator merk casio FX 3600 p, penyajian data dilakukan dalam tabel distribusi frekuensi disertai penjelasan, sedangkan analisa data dengan menggunakan uji Chi-Kuadrat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 31 keluarga petani bawang merah terdapat 20 (64,5%) pendapatan keluarga tinggi dan 11 (35,5%) tingkat pendapatan keluarga rendah, 13 (41,9%) pengetahuan gizi ibu cukup dan 18 (58,1%) pengetahuan gizi ibu kurang, 17 (54,8%) asupan gizi anak Baduta cukup dan 14 (45,2%) asupan gizi anak Baduta kurang, 22 (71,0%) status gizi anak Baduta baik dan 9 (29,0%) status gizi anak Baduta kurang.
Hasil uji statistik degan menggunakan X pada tingkat kemaknaan a = 0,05 menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pendapatan keluarga dengan status gizi anak Baduta dan adanya hubungan yang bermakna antara asupan gizi dengan status gizi anak Baduta, sedangkan pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak Baduta tidak ada hubungan yang bermakna.
Daftar bacaan 18 (1984-2000)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Status gizi adalah kondisi kesehatan yang disatu pihak ditentukan oleh penggunaan zat gizi makanan dalam tubuh dan intake yang dikonsumsi yang dinilai berdasarkan berat badan dibandingkan dengan umur (BB/U) dan dibandingkan dengan standar WHO-NCHS. Anak usia dibawah dua tahun termasuk golongan rawan gizi. Apabila anak tersebut kurang makan dan kurang gizi akan menimbu.kan gangguan fungsional yaitu menurunnya kecerdasan, naiknya frekuensi terkena penyakit infeksi, meningkatnya angka kesakitan dan kematian, serta menentukan pertumbuhan fisik anak. Dengan meningkatnya pendapatan keluarga, kemajuan teknologi dan pengaruh globalisasi serta pengetahuan gizi keluarga, maka asupan gizi keluarga perlu diperhatikan. Hal ini mengingat bahwa konsumsi pangan yang tidak tepat dapat berakibat buruk yaitu menyangkut masalah gizi salah (masalah kurang gizi dan gizi lebih). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga, pengetahuan gizi ibu dan asupan gizi dengan status gizi anak Baduta pada keluarga petani bawang merah desa Arsopura Kecamatan Skanto Kabupaten Jayapura. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif dengan pendekatan "Cross Sectional Study" yang dilakukan selama dua minggu mulai tanggal 13 Agustus sampai dengan 27 Agustus 2001, dan tempat penelitian dilakukan di desa Arsopura kecamatan Skanto kabupaten Jayapura. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga petani bawang merah yang mempunyai anak Baduta, sedangkan unit sampel sebagai penelitian yaitu anak Baduta.Data penelitian diperoleh dari data sekunder dan data primer. Pengolahan data secara manual dengan menggunakan calkulator merk casio FX 3600 p, penyajian data dilakukan dalam tabel distribusi frekuensi disertai penjelasan, sedangkan analisa data dengan menggunakan uji Chi-Kuadrat. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 31 keluarga petani bawang merah terdapat 20 (64,5%) pendapatan keluarga tinggi dan 11 (35,5%) tingkat pendapatan keluarga rendah, 13 (41,9%) pengetahuan gizi ibu cukup dan 18 (58,1%) pengetahuan gizi ibu kurang, 17 (54,8%) asupan gizi anak Baduta cukup dan 14 (45,2%) asupan gizi anak Baduta kurang, 22 (71,0%) status gizi anak Baduta baik dan 9 (29,0%) status gizi anak Baduta kurang. Hasil uji statistik degan menggunakan X pada tingkat kemaknaan a = 0,05 menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pendapatan keluarga dengan status gizi anak Baduta dan adanya hubungan yang bermakna antara asupan gizi dengan status gizi anak Baduta, sedangkan pengetahuan gizi ibu dengan status gizi anak Baduta tidak ada hubungan yang bermakna. Daftar bacaan 18 (1984-2000) |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email info@wanteknologi.com |
| Last Modified: | 31 Jan 2026 03:49 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/985 |

