M. RONSUMBRE, MARIA (2008) MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DENGAN ABSES BARTHOLIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAН АВЕРURA. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of SKRIPSI] Text (SKRIPSI)
MARIA M. RONSUMBRE.pdf

Download (3MB)

Abstract

Kesehatan Reproduksi adalah keadaan fisik, mental dan sosial seseorang yang menyangkut fungsi reproduksinya. Seseorang dinyatakan sehat reproduksinya bila orang tersebut sehat fisik, sehat mental dan sehat sosial sehingga tidak ada penyakit atau kelainan yang mengganggu sistem, fungsi dan proses reproduksinya.
Remaja adalah individu antara umur 10 – 19 tahun. Istilah yang lebih global " kaum muda " meliputi umur 15 – 24 tahun.
Kesehatan reproduksi remaja yang sangat didambakan oleh setiap insan remaja dari berbagai bangsa masih mempunyai masalah, bahkan merupakan masalah yang besar, sehingga dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat umum. Pernyataan tersebut mengacu pada masalah Obstetri dan kesehatan Genekologi khususnya infeksi alat genetalia.
Pemberian Asuhan Kebidanan dalam bentuk Manajemen Kebidanan berlangsung selama 3 hari, didukung koordinasi kerja yang baik oleh Tim Medis ( Dokter / Bidan, tenaga kesehatan lainnya ) sehingga masalah klien dapat teratasi.
Mengacu pada teori, penatalaksanaan tindakan Abses Bartholin yaitu rendam duduk dengan menggunakan air hangat, pemberian Antibiotik selanjutnya dilakukan marsupialisasi ( Insisi ). Pada kasus Nn.M.Y, tidak dilakukan rendam duduk dan insisi. Abses Bartholin pecah spontan sehingga yang dilakukan adalah kompres Rivanol dan pemberian Antibiotika oleh dokter.
Manajemen kebidanan merupakan solusi yang tepat dalam mengatasi masalah klien, namun pada pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi pasien ( keluhan, gejala dan perkembangan penyakit ) sehinggga masalah klien dapat teratasi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Kesehatan Reproduksi adalah keadaan fisik, mental dan sosial seseorang yang menyangkut fungsi reproduksinya. Seseorang dinyatakan sehat reproduksinya bila orang tersebut sehat fisik, sehat mental dan sehat sosial sehingga tidak ada penyakit atau kelainan yang mengganggu sistem, fungsi dan proses reproduksinya. Remaja adalah individu antara umur 10 – 19 tahun. Istilah yang lebih global " kaum muda " meliputi umur 15 – 24 tahun. Kesehatan reproduksi remaja yang sangat didambakan oleh setiap insan remaja dari berbagai bangsa masih mempunyai masalah, bahkan merupakan masalah yang besar, sehingga dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat umum. Pernyataan tersebut mengacu pada masalah Obstetri dan kesehatan Genekologi khususnya infeksi alat genetalia. Pemberian Asuhan Kebidanan dalam bentuk Manajemen Kebidanan berlangsung selama 3 hari, didukung koordinasi kerja yang baik oleh Tim Medis ( Dokter / Bidan, tenaga kesehatan lainnya ) sehingga masalah klien dapat teratasi. Mengacu pada teori, penatalaksanaan tindakan Abses Bartholin yaitu rendam duduk dengan menggunakan air hangat, pemberian Antibiotik selanjutnya dilakukan marsupialisasi ( Insisi ). Pada kasus Nn.M.Y, tidak dilakukan rendam duduk dan insisi. Abses Bartholin pecah spontan sehingga yang dilakukan adalah kompres Rivanol dan pemberian Antibiotika oleh dokter. Manajemen kebidanan merupakan solusi yang tepat dalam mengatasi masalah klien, namun pada pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi pasien ( keluhan, gejala dan perkembangan penyakit ) sehinggga masalah klien dapat teratasi.
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Medicine
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 31 Jan 2026 04:02
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/987

Actions (login required)

View Item
View Item