HUWAE, WILMA (2001) STATUS GIZI DAN PERKEMBANGAN ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK BETHESDA KABUPATEN NABIRE. Diploma thesis, Politeknik Kesehatan Jayapura.

[thumbnail of Skripsi] Text (Skripsi)
WILMA HUWAE.pdf

Download (27MB)

Abstract

Masalah satus gizi dan perkembangan anak sering timbul ditengah-tengah keluarga, namun kurang perhatian. Perlu diketahui bahwa status gizi tidak pernah lepas dari perkembangan, apabila status gizi baik tentu perkembangan juga baik tetapi bila status gizi kurang, perkembangannya pun jelek. Semua tidak lepas dari berbagai faktor antara lain : Pengetahuan ibu tentang gizi, kebiasaan makan anak, pola pemberian makan, jumlah keluarga dan lain-lain.

Anak Taman Kanak-Kanak adalah anak prasekolah yang mempunyai ciri khas yaitu menjalani proses tumbuh kembang, banyak melakukan kegiatan jasmani dan mulai aktif berinteraksi dengan lingkungan sosial maupun alam sekitarnya. Pertumbuhan jasmani yang terjadi pada seorang anak biasanya diikuti dengan perubahan atau perkembangan dalam segi lain, seperti berpikir, berperasaan, bertingkah laku dan lain-lain. Agar tidak terjadi gangguan perkembangan akibat status gizi yang kurang pada anak usia prasekolah, maka perlu adanya koordinasi antara orang tua dan guru dan kerjasama dengan instansi terkait (Dinas Kesehatan) sehingga dapat dideteksi secara dini gangguan perkembangan, sehingga ada upaya pencegahan sedini
mungkin.

Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah anak prasekolah di Taman KanakKanak Bethesda Kabupaten Nabire. Tujuan penelitian adalah mengetahui status gizi anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Bethesda, mengatahui kebiasaan makan anak-anak tersebut, mengetahui status gizi menurut tingkat pendidikan orang tua,
suku, jumlah keluarga dan pengetahuan ibu tentang gizi, mengetahui dan memantau perkembangan anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Bethesda.

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah "Diskriptif Analitik" dengan pendekatan "Cross Sectional Study". Hipotesa nol apabila tidak ada perbedaan status status gizi yang bermakna menurut suku, jumlah anggota keluarga, penghasilan kaluarga rata-rata perbulan, pengetahuan ibu tentang gizi dan tidak ada korelasi perkembangan yang bermakna menurut status gizi. Hipotesa alternatif apabila ada
perbedaan dan ada korelasi perkembangan yang bermakna menurut status gizi. Instrumen pengukuran variabel dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Subyek dalam penelitian ini adalah anak prasekolah berumur 3-6 tahun terhitung sampai bulan Agustus 2001 yang terdaftar pada Taman Kanak-Kanak Bethesda dan kepala keluarga atau ibu anak prasekolah yang terpilih sebagai responden. Lokasi penelitian di Taman kanak-Kanak Bethesda Kelurahan Karang Mulia Kabupaten Nabire. Waktu penelitian mulai tanggal 20 Agustus 2001 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2001. Pelaksanaan dilakukan dengan pengukuran tinggi badan, pengukuran berat badan, menentukan status gizi, menentukan perkembangan anak dengan cara menentukan beberapa kemampuan perkembangan yang dipakai sebagai tolok ukur perkembangan. Analisa data yang digunkan adalah uji chi square menghitung nilai X² variabel yang diteliti berdasarkan jumlah.

Setelah dilakukan penelitian maka diketahui bahwa dari 75 responden yang diobservasi 50,6% (38) responden tergolong mempunyai status gizi baik dan 49,4 % (37) responden mempunyai status gizi kurang. Sedangkan perkembangan 44 % (33) responden baik dan 56% (42) responden mempunyai perkembangan kurang. Setelah dilakukan uji Chi Square pada a 0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan status gizi
yang bermakna menurut suku dan perbedaan status gizi menurut jumlah anggota keluarga. Sedangkan uji Chi Square pada a 0,05 ada perbedaan status gizi yang bermakna menurut pengetahuan ibu tentang gizi dan perbedaan status gizi yang bermakna menurut penghasilan keluarga. Untuk memantau status gizi anak Taman
Kanak-Kanak Bethesda Kabupaten Nabire, sebaiknya dilakukan penimbangan setiap bulannya. Pencapaian perkembangan motorik halus yang baik dapat dilakukan dengan merangsang pola pikir anak dengan mainan puzzle, bermacam-macam huruf dan angka, aneka warna pada pensil yang digunakan untuk mewarnai dan lain-lain.
Melakukan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru dalam melatih perkembangan anak.
Daftar bacaan: 16 buku ( 1986 -1999.)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Masalah satus gizi dan perkembangan anak sering timbul ditengah-tengah keluarga, namun kurang perhatian. Perlu diketahui bahwa status gizi tidak pernah lepas dari perkembangan, apabila status gizi baik tentu perkembangan juga baik tetapi bila status gizi kurang, perkembangannya pun jelek. Semua tidak lepas dari berbagai faktor antara lain : Pengetahuan ibu tentang gizi, kebiasaan makan anak, pola pemberian makan, jumlah keluarga dan lain-lain. Anak Taman Kanak-Kanak adalah anak prasekolah yang mempunyai ciri khas yaitu menjalani proses tumbuh kembang, banyak melakukan kegiatan jasmani dan mulai aktif berinteraksi dengan lingkungan sosial maupun alam sekitarnya. Pertumbuhan jasmani yang terjadi pada seorang anak biasanya diikuti dengan perubahan atau perkembangan dalam segi lain, seperti berpikir, berperasaan, bertingkah laku dan lain-lain. Agar tidak terjadi gangguan perkembangan akibat status gizi yang kurang pada anak usia prasekolah, maka perlu adanya koordinasi antara orang tua dan guru dan kerjasama dengan instansi terkait (Dinas Kesehatan) sehingga dapat dideteksi secara dini gangguan perkembangan, sehingga ada upaya pencegahan sedini mungkin. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah anak prasekolah di Taman KanakKanak Bethesda Kabupaten Nabire. Tujuan penelitian adalah mengetahui status gizi anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Bethesda, mengatahui kebiasaan makan anak-anak tersebut, mengetahui status gizi menurut tingkat pendidikan orang tua, suku, jumlah keluarga dan pengetahuan ibu tentang gizi, mengetahui dan memantau perkembangan anak prasekolah di Taman Kanak-Kanak Bethesda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah "Diskriptif Analitik" dengan pendekatan "Cross Sectional Study". Hipotesa nol apabila tidak ada perbedaan status status gizi yang bermakna menurut suku, jumlah anggota keluarga, penghasilan kaluarga rata-rata perbulan, pengetahuan ibu tentang gizi dan tidak ada korelasi perkembangan yang bermakna menurut status gizi. Hipotesa alternatif apabila ada perbedaan dan ada korelasi perkembangan yang bermakna menurut status gizi. Instrumen pengukuran variabel dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Subyek dalam penelitian ini adalah anak prasekolah berumur 3-6 tahun terhitung sampai bulan Agustus 2001 yang terdaftar pada Taman Kanak-Kanak Bethesda dan kepala keluarga atau ibu anak prasekolah yang terpilih sebagai responden. Lokasi penelitian di Taman kanak-Kanak Bethesda Kelurahan Karang Mulia Kabupaten Nabire. Waktu penelitian mulai tanggal 20 Agustus 2001 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2001. Pelaksanaan dilakukan dengan pengukuran tinggi badan, pengukuran berat badan, menentukan status gizi, menentukan perkembangan anak dengan cara menentukan beberapa kemampuan perkembangan yang dipakai sebagai tolok ukur perkembangan. Analisa data yang digunkan adalah uji chi square menghitung nilai X² variabel yang diteliti berdasarkan jumlah. Setelah dilakukan penelitian maka diketahui bahwa dari 75 responden yang diobservasi 50,6% (38) responden tergolong mempunyai status gizi baik dan 49,4 % (37) responden mempunyai status gizi kurang. Sedangkan perkembangan 44 % (33) responden baik dan 56% (42) responden mempunyai perkembangan kurang. Setelah dilakukan uji Chi Square pada a 0,05 menunjukkan tidak ada perbedaan status gizi yang bermakna menurut suku dan perbedaan status gizi menurut jumlah anggota keluarga. Sedangkan uji Chi Square pada a 0,05 ada perbedaan status gizi yang bermakna menurut pengetahuan ibu tentang gizi dan perbedaan status gizi yang bermakna menurut penghasilan keluarga. Untuk memantau status gizi anak Taman Kanak-Kanak Bethesda Kabupaten Nabire, sebaiknya dilakukan penimbangan setiap bulannya. Pencapaian perkembangan motorik halus yang baik dapat dilakukan dengan merangsang pola pikir anak dengan mainan puzzle, bermacam-macam huruf dan angka, aneka warna pada pensil yang digunakan untuk mewarnai dan lain-lain. Melakukan komunikasi yang baik antara orang tua dan guru dalam melatih perkembangan anak. Daftar bacaan: 16 buku ( 1986 -1999.)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email info@wanteknologi.com
Last Modified: 31 Jan 2026 04:20
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/995

Actions (login required)

View Item
View Item