R. WITAK, MARIA (2003) KARAKTERISTIK KIMIA MINYAK BUAH MERAH (Pandanus Conoideus Lam.) VARIETAS PENDEK YANG BERASAL DARI DATARAN RENDAH. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.
MARIA R. WITAK.pdf
Download (10MB)
Abstract
Di abad teknologi pangan sekarang ini, teknologi pangan juga sangat penting bagi pengandaan pangan yang mencukupi dan merata sepanjang tahun serta bisa diperoleh diseluruh daerah atau negeri, tidak saja di daerah produksi. Dengan teknologi pangan selain
bahan pangan itu diawetkan agar tahan lama juga kualitasnya ditingkatkan termasuk kualitas dari sudut kandungan zat gizinya. Bahan pangan yang diproduksi musiman dapat
menjadi tersedia merata sepanjang tahun dan juga didaerah-daerah yang terletak jauh dari tempat produksinya. Hasil olahan teknologi pangan memberikan aneka pilihan makanan sehingga tidak monoton, tetapi banyak bervariasi. Bahan pangan hasil olahan teknologi
pangan biasanya dianggap mempunyai nilai sosial tinggi, segingga banyak disukai oleh para konsumen, tetapi teknologi tersebut memerlukan biaya sehingga bahan pangan hasil olah
teknologi pangan pada umumnya akan lebih mahal terutama bila dikemas secara khusus. Hasil tersebut biasanya di impor dan umumnya harganya lebih mahal dari yang dihasilkan
dari dalam negeri.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kandungan zat gizi varietas buah merah pendek yang berasal dari dataran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein, kandungan lemak total, kandungan bilangan peroksida, dan
kadar air.
Hasil penelitian menunjukkan dari ke-4 sampel dapat kita ketahui kandungan air pada buah merah melebihi Standar Nasional Indonesia (SNI), hal ini perlu diperbaiki sistem pengolahan sehingga meningkatkan kualitas produk yang diinginkan, kandungan protein pada buah merah cukup rendah bila dibandingkan dengan minyak kelapa tua. Walaupun demikian kandungan protein pada buah merah dapat digunakan oleh masyarakat khusunya yang bermukim di daerah pegunungan, kandungan minyak atau lemak total pada buah merah
cukup tinggi bila dibandingkan dengan kepala sawit. Hal ini memperlihatkan keunggulan dari minyak buah merah disamping itu minyak buah merah mengandung omega-9 yang cukup
tinggi dan sangat baik untuk digunakan sebagai sumber minyak goreng rendah kolestrol, kandungan peroksida cukup tinggi bila dibandingkan dengan SNI hal ini memperlihatkan pemicu awal dari tingginya kandungan peroksida ini adalah kandungan air. Oleh sebab itu, perlu adanya perbaikan teknik pengolahan yang lebih baik.
Daftar Bacaan : 21. (tahun 1935 - 2000).
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Di abad teknologi pangan sekarang ini, teknologi pangan juga sangat penting bagi pengandaan pangan yang mencukupi dan merata sepanjang tahun serta bisa diperoleh diseluruh daerah atau negeri, tidak saja di daerah produksi. Dengan teknologi pangan selain bahan pangan itu diawetkan agar tahan lama juga kualitasnya ditingkatkan termasuk kualitas dari sudut kandungan zat gizinya. Bahan pangan yang diproduksi musiman dapat menjadi tersedia merata sepanjang tahun dan juga didaerah-daerah yang terletak jauh dari tempat produksinya. Hasil olahan teknologi pangan memberikan aneka pilihan makanan sehingga tidak monoton, tetapi banyak bervariasi. Bahan pangan hasil olahan teknologi pangan biasanya dianggap mempunyai nilai sosial tinggi, segingga banyak disukai oleh para konsumen, tetapi teknologi tersebut memerlukan biaya sehingga bahan pangan hasil olah teknologi pangan pada umumnya akan lebih mahal terutama bila dikemas secara khusus. Hasil tersebut biasanya di impor dan umumnya harganya lebih mahal dari yang dihasilkan dari dalam negeri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kandungan zat gizi varietas buah merah pendek yang berasal dari dataran rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein, kandungan lemak total, kandungan bilangan peroksida, dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan dari ke-4 sampel dapat kita ketahui kandungan air pada buah merah melebihi Standar Nasional Indonesia (SNI), hal ini perlu diperbaiki sistem pengolahan sehingga meningkatkan kualitas produk yang diinginkan, kandungan protein pada buah merah cukup rendah bila dibandingkan dengan minyak kelapa tua. Walaupun demikian kandungan protein pada buah merah dapat digunakan oleh masyarakat khusunya yang bermukim di daerah pegunungan, kandungan minyak atau lemak total pada buah merah cukup tinggi bila dibandingkan dengan kepala sawit. Hal ini memperlihatkan keunggulan dari minyak buah merah disamping itu minyak buah merah mengandung omega-9 yang cukup tinggi dan sangat baik untuk digunakan sebagai sumber minyak goreng rendah kolestrol, kandungan peroksida cukup tinggi bila dibandingkan dengan SNI hal ini memperlihatkan pemicu awal dari tingginya kandungan peroksida ini adalah kandungan air. Oleh sebab itu, perlu adanya perbaikan teknik pengolahan yang lebih baik. Daftar Bacaan : 21. (tahun 1935 - 2000). |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 13:18 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/300 |

