M. MANDOSIR, YOHANIS (2003) PENGARUH PENAMBAHAN SARI JERUK NIPIS TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK SANTAN KELAPA SEGAR. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA.

[thumbnail of skripsi] Text (skripsi)
YOHANIS M. MANDOSIR.pdf

Download (24MB)

Abstract

Santan merupakan emulsi minyak kelapa dalam air, yang berwarna
putih, dapat diperoleh dengan cara memeras daging kelapa segar yang telah diparut atau dihancurkan dengan atau tanpa penambahan air.

Santan kelapa merupakan salah satu komponen penyedap masakan
dan dipergunakan dalam jumlah yang relatif besar oleh masyarakat
Indonesia, baik dalam pembuatan makanan maupun minuman.

Salah satu pembatas penggunaan santan kelapa adalah karena daya
tahannya yang rendah, oleh karena itu dengan penambahan sari jeruk nipis sebagai zat antioksidan diharapkan santan kelapa dapat bertahan atau mempunyai daya simpan yang lebih lama. Dari penelitian pendahuluan yang dilakukan diduga sari jeruk nipis mempunyai kemampuan sebagai pengawet santan kelapa karena dengan penambahan sari jeruk nipis pada santan kelapa, santan kelapa dapat bertahan lebih lama yaitu lebih dari 12 jam tanpa
menunjukan adanya ketengikan.

Selanjutnya dalam penelitian lanjutan ini penulis ingin mengetahui
bagaimana penerimaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan
kenampakan ( kekentalan ) dari santan kelapa dengan penambahan sari jeruk dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dengan rentan waktu 5 jam setelah pembuatan santan kelapa dan penambahan sari jeruk nipis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan penerimaan yang nyata terhadap warna dan kenampakan ( kekentalan ), sedangkan pada warna dan aroma terdapat perbedaan yang nyata, dimana konsentrasi yang terbaik menurut panelis dalah konsentrasi 20%.

Daftar bacaan : 14 ( 1981 - 2001)

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: Santan merupakan emulsi minyak kelapa dalam air, yang berwarna putih, dapat diperoleh dengan cara memeras daging kelapa segar yang telah diparut atau dihancurkan dengan atau tanpa penambahan air. Santan kelapa merupakan salah satu komponen penyedap masakan dan dipergunakan dalam jumlah yang relatif besar oleh masyarakat Indonesia, baik dalam pembuatan makanan maupun minuman. Salah satu pembatas penggunaan santan kelapa adalah karena daya tahannya yang rendah, oleh karena itu dengan penambahan sari jeruk nipis sebagai zat antioksidan diharapkan santan kelapa dapat bertahan atau mempunyai daya simpan yang lebih lama. Dari penelitian pendahuluan yang dilakukan diduga sari jeruk nipis mempunyai kemampuan sebagai pengawet santan kelapa karena dengan penambahan sari jeruk nipis pada santan kelapa, santan kelapa dapat bertahan lebih lama yaitu lebih dari 12 jam tanpa menunjukan adanya ketengikan. Selanjutnya dalam penelitian lanjutan ini penulis ingin mengetahui bagaimana penerimaan panelis terhadap warna, aroma, rasa dan kenampakan ( kekentalan ) dari santan kelapa dengan penambahan sari jeruk dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dengan rentan waktu 5 jam setelah pembuatan santan kelapa dan penambahan sari jeruk nipis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan penerimaan yang nyata terhadap warna dan kenampakan ( kekentalan ), sedangkan pada warna dan aroma terdapat perbedaan yang nyata, dimana konsentrasi yang terbaik menurut panelis dalah konsentrasi 20%. Daftar bacaan : 14 ( 1981 - 2001)
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Unnamed user with email admin
Last Modified: 07 Jan 2026 15:14
URI: https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/325

Actions (login required)

View Item
View Item