SETIAWAN, KUKUH (2024) GAMBARAN JUMLAH LIMFOSIT PADA PENDERITA HIV DI RS BHAYANGKARA TK. II JAYAPURA TAHUN 2023. Diploma thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAYAPURA.
KTI Kukuh Setiawan.pdf
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang. HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia dan mengakibatkan turunnya atau hilangnya daya tahan tubuh sehingga mudah terjangkit penyakit infeksi, yang lambat laun akan menyebabkan AIDS Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui Gambaran Jumlah Limfosit Pada Penderita HIV di RS Bhayangkara Tk. II Jayapura. Metode Penelitian. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain Cros Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 31 pasien penderita HIV. Hasil. Gambaran Jumlah Sel Limfosit penderita HIV sebagian besar mengalami penurunan jumlah sel limfosit sebanyak 29 orang (93,%). Penurunan jumlah sel limfosit penderita HIV sebagian besar terjadi pada umur 26-35 tahun sebanyak 11 orang (35,4%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 24 orang (77,5%), bekerja sebanyak 24 orang (77,5%) dan pengobatan 6-12 bulan sebanyak 14 orang (45,2%). Kesimpulan: Penurunan jumlah sel limfosit penderita HIV umumnya terjadi pada umur 26-35 tahun, berjenis kelamin laki-laki, bekerja dan pengobatan
HIV 6-12 bulan.
Kata Kunci: Sel Limfosit, HIV, RS Bhavangkara Referensi: 32 (2011-2022)
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Additional Information: | Latar Belakang. HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia dan mengakibatkan turunnya atau hilangnya daya tahan tubuh sehingga mudah terjangkit penyakit infeksi, yang lambat laun akan menyebabkan AIDS Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui Gambaran Jumlah Limfosit Pada Penderita HIV di RS Bhayangkara Tk. II Jayapura. Metode Penelitian. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan desain Cros Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 31 pasien penderita HIV. Hasil. Gambaran Jumlah Sel Limfosit penderita HIV sebagian besar mengalami penurunan jumlah sel limfosit sebanyak 29 orang (93,%). Penurunan jumlah sel limfosit penderita HIV sebagian besar terjadi pada umur 26-35 tahun sebanyak 11 orang (35,4%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 24 orang (77,5%), bekerja sebanyak 24 orang (77,5%) dan pengobatan 6-12 bulan sebanyak 14 orang (45,2%). Kesimpulan: Penurunan jumlah sel limfosit penderita HIV umumnya terjadi pada umur 26-35 tahun, berjenis kelamin laki-laki, bekerja dan pengobatan HIV 6-12 bulan. Kata Kunci: Sel Limfosit, HIV, RS Bhavangkara Referensi: 32 (2011-2022) |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences |
| Depositing User: | Unnamed user with email admin |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 17:02 |
| URI: | https://repositoryperpus.poltekkesjayapura.ac.id/id/eprint/788 |

